Report Kegiatan ASSJA (ACIKITA Short Studies to Japan), Program Visit Kesehatan, 22 Nov- 2 Agutus, 2017

 

Alhamdulillah program ACIKITA Short Studies to Japan (ASSJA) tema visit kesehatan, yang diikuti para dokter sudah selesai. Peserta terdiri dari dokter Edy SpA dari Palembang dan drg. Mulia Rahmawati dari Ternate, kepala puskesmas di sebuah pulau di Ternate. Dokter Edy mengikuti kegiatan dari tanggal 22-28 November 2017 sedangkan drg Mulia dari tanggal 23 Nov hingga 2 Agustus, 2017.

Seperti peserta visit pendidikan yang ingin lebih lama di Jepang, maka drg Mulia juga memberpanjang masa keberadaannya di Jepang.

 

Kegiatan yang terlaksana terdiri dari

1.Visit fasilitas kesehatan di Shiawase no Mura.

2.Visit rumah sakit (RS) rehabilitasi (di sini dokter Edy benar-benar terkagum dengan pelayanan RS nya). Kami mendapatkan inspirasi baru, apalagi se Indonesia (khabarnya) belum ada RS rehabilitasi ini. Kita mungkin mengira rehabilitasi bisa dilakukan di rumah, tapi banyak pasien yang makin lemah dan bahkan berujung dengan kematian, karena tidak ada jurusan medis yang khusus membahas rehabilitasi di Indonesia.

Bagaimana urgensi RS rehabilitasi?

Misalkan untuk pasien yang mengalami gangguan syaraf otak atau pembuluh darah di otak, bisa berakibat tidak bisa berjalan seperti biasa dan ada juga yang tidak bisa berbicara seperti biasa. Di Jepang pasien seperti ini diberi treatment oleh tenaga medis setiap hari (fisiknya diterapi). Menurut juru rawat, biasanya butuh waktu rawat inap selama 5 bulan, untuk mereka agar bisa berjalan normal atau kembali berbicara normal. Jadi sebetulnya orang orang yang struk, bisa sembuh kembali dan bisa berjalan normalkembali kalua diberikan perawatan/rehabilitasi yang tepat.

Gangguan berbicara pada seseorang bisa menyebabkan nafsu makan menjadi hilang, asupan makanan dan minuman yang kurang menyebabkan pasien makin lemah dan tubuh tidak cukup energi. Biasanya pasien akan terbaring lemah dan lama kelamaan menemui ajalnya.

3. Visit perwatan senior

Kami mengunjungi rumah perawatan senior yang fokus pada pasien yang mengalami penurunan daya ingat. Pasien tertua di tempat ini berusia 107 tahun, Ia masih bisa berjalan dengan alat penopang untuk berjalan. Mereka di sini umumnya tidak pakai pampers, setiap senior tersebut dicatat jam buang air mereka masing-masing, dan staf khusus untuk setiap mereka akan selalu waspada pada jam-jam tersebut.

Biaya perwatan juga tidak mahal, karena mereka semuanya mempunyai kaigo hoken yaitu asuransi yang cukup untuk membiayai perawatan mereka di rumah senior tersebut

4. Visit SD, melihat pemeriksaan kesehatan untuk anak TK yang akan masuk SD.

5. Visit ruangan klinik kesehatan di SD.

6. Visit Silver College (universitas untuk para senior), mereka di usia senja masih sibuk dengan kegiatan yang bermanfaat, kuliah dan melakukan berbagai aktivitas di kampus.

7. Visit beragam manusia syndrome di Shiawase no Mura. Mereka bisa hidup dan beraktivitas seperti orang biasa.

8. Visit pameran kerajinan anak di TK dan fasilitas kelas dan toilet di TK.

9. Visit herbal garden, beragam tanaman kesehatan dipelihara, melihat produk produk kesehatan. Peserta juga mengikuti kelas pembuatan hand cream, dan sabun yang menggunakan essensial oil.

10. Visit Kobe University Hospital. Bila ada pasien dari Indonesia bisa saja diperiksa dan dirawat di RS ini, dengan syarat ada surat pengantar dari dokter di Indonesia. Untuk biaya berobat 3 x lebih mahal dari pasien yang mempunyai asuransi di Jepang. Mereka menyarankan kepada pasien untuk membayar dulu biaya berobat, nanti setelah balik ke Indonesia, coba minta ganti uang yang telah digunakan. Tapi apakah sistem kesehatan di Indonesia, mencover biaya pengobatan di luar negeri?

11. Kami juga sudah bertanya pada city office di bagian hoken (asuransi) di kantor pemerintahan kota di Kobe, ternyata tidak tersedia asuransi yang bisa diikuti oleh orang asing dengan temporary visa. Kecuali bila ada anak yang bekerja di Jepang maka orangtuanya bisa ditanggung dalam keluarga anak tersebut.

Tapi dalam sistem di Jepang, andaikan penduduknya pergi ke luar negeri dan membayar biaya berobat, maka biaya bisa diganti oleh pemerintah Jepang.

Rumah Sakit Kobe Univ juga melayani pasien yang hanya berobat pada saat  travelling, misalnya bila terjadi batuk atau gangguan kesehatan.

12. Visit Fakultas Kedokteran Kobe Univ. Pada kesempatan ini kami menanyakan prosedur lanjut sekolah, bagi para dokter muda di Indonesia. Ada 2 jalur yang bisa diikuti, pertama sebagai researcher untuk mengambil keahlian di bidang tertentu, kedua sebagai Ph. D student (4 tahun). Untuk researcher bisa diambil selama 7 tahun. Info detil bias didapatkan di website Kedokteran Kobe University.

13. Visit JICA, dalam hal ini kami menanyakan prosedur kerjasama dengan JICA terkait program kesehatan.

14. Experience kimono, experience makanan Jepang, dan experience monorail mengitari daerah buatan di Port Airland.

15. Visit musium sains dan teknologi, di Port Air land.

16. Visit pusat perbelanjaan, dan membeli beragam ole-ole dan produk khas Jepang di daerah Motomachi.

17. Visit peradaban nyata serta pemukiman penduduk di suatu daerah, dimana tatanan sekolah, penitipan anak, tempat bermain ibu dan anak, pusat kegiatan masyarakat, beragam klinik, apotek, taman bermain, dan fasilitas olahraga yang luas, dan supermarket bisa dijangkau oleh masyarakat yang berdomisili di tempat tersebut. Sehingga tidak perlu mobilitas berkendaraan memenuhi jalanan, mereka lebih cenderung berjalan kaki dan menggunakan angkutan umum, bila harus bepergian. Hal ini semua disaksikan nyata oleh para peserta.

18. Visit Expo Japan 2017 tentang Monozukuri di Intex Osaka, yaitu expo besar-besaran yang menampilkan temuan dan produk baru bangsa Jepang pada masyarakatnya. Salut dan haru melihat beragam produk baru muncul. Sungguh sangat banyak ragamnya. Termasuk produk makanan untuk mereka yang senior, tentu semuanya harus lembut dan mudah dikunyah, tapi nilai gizi tetap terpenuhi.

Hasil yang Jelas yang membuat kami happy,

“Mereka para dokter yang ikut visit sistem kesehatan di Jepang ini,  sangat terkagum melihat para medis yang tulus dan ikhlas melayani pasien.”

Mereka para dokter tersebut mantap untuk ingin menerapkan hal baik yang diamatinya langsung di Jepang, serta mantap untuk lanjut program doktoral di bidang kesehatan. Peserta visit sistem kesehatan ini, tak ingin berakhir mengetahui sistem dan pelayanan medis di Jepang, tapi lebih lanjut ingin menjadi bagian mereka (bangsa Jepang), dengan bergabung di lab-lab profesor bidang kesehatan. Ini ukuran keberhasilan dari program ini. “Nah poin inilah yang kami inginkan, terwujud kesinambungan untuk program kesehatan yang lebih baik di Indonesia.”

Datang kemana pun di Jepang adalah edukasi kepada kita untuk menjadi manusia yang menjalankan nilai-nilai Islami, karena mereka bisa baik dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, teknologi, dan sebagainay hingga merajut, memasak, menyulam. Sebenarnya mereka bisa maju, karena mereka mengekspresikan nilai-nilai Islami yang mereka temukan melalui perjalan kehidupan dan riset di dunia pendidikan mereka.

Harusnya setiap insan yang visit negeri ini, kembali kepada ajaran Islam yang sebenarnya. Bukan malah meninggalkan Islam.

“dr Edy spesialis anak dari Palembang InsyaAllah mantab ingin lanjut studi Ph.D bersama isterinya, yang dokter spesialis jantung. Semoga dimudahkan Allah. Aamiin. Dan informasi dr Edy, tengah kami melakukan visit hari kedua di Shiawase no Mura, ia melaporkan, “Koleganya, beberapa dokter juga ingin mengikuti program visit kesehatan selanjutnya.”

“Alhamdulillah wa syukurillah!”

Peserta yang lain dr Mulia, berucap, “InsyaAllah barang saya nggak ada yang tertinggal, hati saya tertinggal di sini!” Ucap beliau ketika hendak bertolak kembali ke tanah air.

Beliau insyaAllah ingin lanjut studi di fakultas kedokteran gigi Osaka Univ. Semoga Allah memudahkan tujuan mulia ini. Aamiin

Memang untuk visit kedokteran ini adalah acara perdana, tapi alhamdulillah semua program berjalan dengan baik.

Kami dari panitia, mohon maaf karena foto-foto visit rumah sakit rehabilitasi dan perawatan senior demensia, tidak bisa kami input, sebab tidak boleh mengambil foto oleh staf mereka.

Kami sadar sebagai manusia tentu ada kilaf, kurang, dan keterbatasan kami. Kepada para peserta visit, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya, atas semua hal yang tidak berkenan. InsyaAllah kami di ACIKITA akan selalu meningkatkan kualitas program selanjutnya. Kami sangat senang bila para dokter memberikan input tentang program yang dibutuhkan untuk di Indonesia.

Foto foto ASSJA, visit kesehatan 1

Terimakasih.

Wassalam

 

STAF ASSJA

Report ACIKITA Summer Vacation, Kobe, 4 Juli – 10 Agustus, 2017

Alhamdulillah kegiatan ACIKITA Summer Vacation 1 sudah selesai. Anak-anak semuanya sudah selamat pulang ke Indonesia dan kembali bergabung dengan orangtua di Indonesia.

Alhamdulillah kami dari panitia sangat puas, karena semua agenda utama dan penting sudah terlaksana dengan baik.

Decak kagum anak-anak dengan semua materi visit yang dihadirkan tidak dapat mereka sembunyikan.

“Hebat ya Jepang, semua sampah jadi uang tidak ada yang terbuang. Baru tahu saya.” Ungkap salah seorang dari mereka.

Murid yang lain menimpali,

“Iya hebat banget ya, kok bisa seperti itu. Di negara kita sampah masih menjadi masalah.”

Spontanitas mereka bertutur saat usai kuliah di recycle sampah, di daerah Kizu di Kobe. Presentasi diberikan oleh staf dan terjemahan oleh Ketua Internasional ACIKITA yang sekaligus menggaeti visit.

“Ya bergiatlah, makanya kami di ACIKITA ingin membuka wawasan dan kemampuan berpikir semua pelajar ini. Bergiatlah untuk kemajuan Indonesia, jangan diikuti jalur anak muda galau. Jadilah penerang untuk lingkungan dan level kalian masing-masing.”

“Baik Bu, siap Bu, mohon bimbing kami!”

Selama dalam perjalanan, hal apa pun yang dilihat dan ditemui ditransfer informasinya kepada mereka. Edukasi pun terus kami lakukan, misalnya cara berjalan jangan memenuhi badan jalan, naik tangga tidak boleh ribut bunyi sepatu, tidak boleh bersuara keras. Etika menyeberang, naik dan masuk kendaraan umum, etika menggunakan lift, etika duduk dan larangan makan di kendaraan umum, dsbnya.

Alhamdulillah hal yang disampaikan mereka praktekkan, walau memang harus berucap berulangkali. Hal ini kami maklum karena di tempat kita di Indonesia, tidak dipelajari dan diajarkan cara berjalan, dan semua hal yang disebutkan di atas.

Karena berada di Jepang, kami tahu tentang peraturan di negara mereka, tentu kami harus menyampaikan dan mendidik peserta untuk bisa menerapkan aturan di Jepang.

“Maaf ya Ibu harus ulangi berkali-kali untuk mengingatkan. Saat kita berada di luar negeri, kita bukan lagi sebagai personil, tapi kita dinilai Indonesia. Jagalah nama baik Indonesia, jangan memberikan kesan negativ pada mereka!”

Mereka (murid-murid) alhamdulillah tampak paham!

Di gallery recycle sampah juga diperlihatkan:

Satu botol plastik berukuran 1.5 liter, bisa menghasilkan satu helai baju kaus, atau 1 helai kemeja, atau 1 kesset. Sampah bekas minuman, jus, atau susu yang dikemas dalam dus bisa dijadikan bahan pembuatan tissu toilet, makanya di Jepang tissu toilet, boleh dibuang ke toilet dan di flush. Jadi tidak ada sampah tissu yang menumpuk di dalam toilet.

Ketika awalnya disampaikan informasi menggunakan toilet, dimana tissu boleh dibuang ke dalam toilet dan di alirkan, mereka pun menyanggah,

“Kalau di Indonesia, tissu kan tidak boleh dibuang ke dalam toilet, tidak boleh dihanyutkan!”

“Ya itu Indonesia, dan di Jepang boleh, makanya toiletnya bersih!”

“Banyak hal yang mengedukasi di mana pun berada di Jepang, InsyaAllah.”

Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan mereka dan tidak henti-hentinya. Seru dan betapa terbukti ansk-anak kita perlu diisi wawasannya. Agar timbul semangat bangkit dan ingin berjuang mencapai kemajuan di dalam dirinya.

KETIKA VISIT SEKOLAH DAN UNIVERSITAS
Ketika visit sekolah dan universitas. Kami mengajak peserta mengunjungi sekolah swasta, SMP, SMA dan Universitas di bawah satu Yayasan. Semoga kelak ACIKITA bisa seperti ini juga. Aamiin YRA. Mohon dibantu do’anya dan bagi yang punya rezeki, mari gunakan ladang amal ini. InsyaAllah kami sudah menpunyai banyak data tentang sistem pendidikan, yang dikumpulkan sejak tahun 2002.

Sekolah dan Universitas Kobe Gakuin University, didirikan sejak 1902. Bangunan sangat megah dan fasilitas sngat komplit . Ruang pertemuan atau aula SMA berkapasitas 1000 orang. Ada lagi aula berkapasitas 300 orang. Benar-benar takjub pokoknya. Janganksn mereka para peserta yang datang dari Indonesia, kami yang di Jepang saja takjub dengan kondisi nyata sekolah dan Universitas ini.

Universitas dan sekolah yang dikunjungi ini juga membuka peluang bila ada dari peserta yang ingin la jut kuliah atau student exchange di tempat mereka. Karena kami menyampaikan tujuan visit ini untuk kerjasama dan kemajuan bersama Indonesia dan Jepang di masa depan.

Para murid peserta SV makin lebih takjub ketika sekolah ini punya kegiatan summer vacation ke Eropa atau Amerika, dan biaya sekolah jauh lebih murah dari biaya uang sekolah mereka di Indonesia!”

Saya pura-pura bertanya kepada mereka para peserta, “Bagaimana, bagus mana sekolah ini dari pada sekolah di Indonesia?”

Serempak mereka berucap,” Jauuuuuuuuuh banget bedanya Bu, nggak ada apa-apanya dibandingkan dengan sekolah swasta yang hebat pun di Indonesia!”

Ya inilah bukti nyatanya, di Indonesia, pemerintah tidak fokus mengurusi pendidikan untuk seluruh rakyat, akhirnya pihak swasta yang punya uang, menjadi kan sekolah sebagai lahan bisnis. Pendidikan dikomersialkan, akhirnya yang kaya saja yang bisa bersekolah. Di Jepang pemerintah punya power menghadirkan pendidikan untuk memajukan semua rakyatnya dengan kualitas dan fasilitas yang sama. Kalau pun ada sekolah swasta, maka bayaran pun sangat wajar dan ada dalam kontrol pemerintah!

Nabil, seorang peserta kelas 3 SMA berucap, “Saya akan datangi kepala sekolah, biar murid-murid di sekolah saya bisa datang visit ke sini!”

CURHAT SESAMA PESERTA

Suatu ketika, saat di dalam kereta menuju penginapan, para peserta saling bertutur tentang kenyamanan yang mereka alami dan berbagai hal positif yang mereka amati dan rasakan.

Raihan, “Kalau di Indonesia kita naik kereta tas harus dikepit, ini mah nggak, tas dibelakang, dan kita dalam keadaan bagaimana pun nggak ada yang menjahilin kita.”

“Iya mereka di sini semua teratur, masing-masing sudah tahu diri saja, tertib semuanya. Tidak heboh ini dan itu.” Seorang yang lain menimpali.

“Jam datang bus dan kereta juga tidak pernah telat ya. Hebat!”

Mereka bertutur sahut-bersahutan, saat itu kereta kosong, di gerbong yang ada rombongan SV hanya kami saja, tidak ada orang lain.

Saya terkaget ketika salah seorang dari mereka berucap,

“Tidak usah pulang aja yuk kita. Enak d sini.” Ucapan ini membangunkan saya dari tidur sejenak di dalam kereta.

“Apa tadi ngomongnya, ulangi lagi!” Saya berusaha ingin mengambil video tapi keburu omongan sudah selesai diulangi.

Iman yang Murid kelas 3 SMP mengulangi, “Tidak usah pulang aja, enak di sini Bu!”

Materi visit untuk mereka benar-benar kami usahakan maksimal, meskipun dengan kondisi hanya ada tim kecil ACIKITA di Jepang, dan kami tidak bentuk kepanitiaan besar. Di sini jasa harus dihargai, semua orang pada sibuk.

Materi SV bisa dikelompokkan sebagai berikut

1. Visit history hancurnya kobe dengan dahsyat tahun 1995, karena gempa bumi hebat.
2. Visit kecanggihan teknologi Jepang
3. Visit edukasi dan sistem pendidikan d Jepang
4. Visit peradaban, dan kondisi sosial kemasyarakatan bangsa Jepang.
5. Visit Kobe Mosque.
6. Vosit mesjid istiqomah ACIKITA dan kimono experience.
7. Japanese halal food experience.
8. Trigger perjuangan lanjut studi ke Jepang oleh Pembina ACIKITA Bapak Prihardi Kahar.
9. Visit Etika bisnis dan dagang oleh bangsa Jepang. Mereka punya sangat banyak waktu untuk berbelanja, karena dekat penginapan ada supermarket yang buka hingga jam 1 a.m. Mereka juga sangat banyak kesempatan eksplorasi Kobe Harbarland, pusat pertokoan dan perbelanjaan komplit di Kobe, usai agenda visit resmi.
10. Mereka menyaksikan dompet ketinggalan dan dalam 20 menit kembali.
11. Dan ada pengalaman polisi bahkan bos polisi yang boleh dimarahi oleh rakyat karena mereka telat membantu.
12. Dari ACIKITA selama dipenginapan, mereka juga secara perlahan dibina untuk menjadi pribadi yang mandiri, tidak bergantung pada orang lain. Tidak mengharapkan warisan dan kekayaan orangtua. Tapi masing-masing harus bergiat untuk kemajuan diri, keluarga dan masyarakat. Jadilah manusia yang bermanfaat bagi banyak ummat, jangan hanya berpikiran untuk mencapai kesuksesan pribadi. Dan mohon diterusksn hal-hal baik dan edukasi yang sudah didapat selama di Jepang. Mereka hampir semuanya ingin melanjutkan studi ke Jepang. Kalau ingin lanjut studi di Jepang, persyaratan mutlak harus cakap dan mandiri, bisa melakukan hal hal untuk hidup sendiri. Tidak ada bibik dan pembantu di luar negeri. Kalaupun ada jasa mereka sangat mahal. Tidak mampu untuk membayarnya. Jadi pulang dari Jepang ini jangan banyak merepotkan bibi.

Alhamdulillah semua mereka menerima semua program edukasi di ACIKITA. Bagi kami mereka adalah juga murid ACIKITA karena program perjuangan edukasi di ACIKITA ada dua kelompok besar:

1. Edukasi formal (sekolah TK, SD, SMP, SMA)
2. Edukasi non formal, mereka peserta SV adalah murid kami dari program edukasi non formal. Berdasarkan hal itu kami punya tanggungjawab moril mendidik mereka, meskipun hanya singkat selama 7 hari pp. Ini merupakan “kejutan” dan teraphy untuk mereka bangun, bangkit, dan sadar untuk sukses butuh perjuangan dan proses. Tidak ada sukses yang instan. Kalau pun ada, hal itu menyalahi hukum Allah. Dan bukan merupakan sukses yang halal.

Agar anak-anak alumni SV1 bisa istiqomah, perlu support dan kerjasama orangtua. Kita boleh memanjakan anak, tapi dalam batas yang wajar dan mendidik. Kasihan mereka saat nantinya sudah mengemban amanah sebagai istri dan ibu atau jadi suami dan bapak untuk anak-anak mereka. Belum lagi tanggungjawab sosial untuk kemajuan ummat.

Report dan Komentar dari orangtua anak, Pasca Summer Vacation

Ortu Raihan, Bekasi
Alhamdulillah Raihan, Bagas dan Abi sudah sampai dirumah. Terimakasih banyak untuk tim ACIKITA atas semua perhatian, bimbingan dan nasehat -nasehatnya untuk anak anak. Baru satu cerita dari mereka, “Lihat badan Rayhan Mama, baguskan ? Ini karena kami di sana banyak jalan Ma, katanya ” 😀😀😀

Ortu Zidhan (Pekan Baru)

Mksh uni dan tim ACIKITA Zidhan yang semalam mengabari sudah sampai di Jakarta bilang,

“Mama nggak usah jemput, Zidhan naik taksi saja..nanti Zidhan yang menjemput Mama pulang kerja.”

😍😍 Padahal beberapa bulan yang lalu dari gerbang sekolahnya harus ditunggu didepan pintu kedatangan. Sekarang sangat mandiri.!

Barusan bilang lagi,

“Ma toilet nggak boleh basah-basah tadi toilet mama udah Zidhan lap tuh.”

Takjub Uni, semoga apa-apa yang didapat selama summer vacation (sv) benar-benar dapat diaplikasikan dikehidupan sehari-hari. Terimakasih Uni 🙏🏻

Dr Arief orangtua Muhammad Akmal Syafiqi
Insya Allah harus mulai dari diri sendiri dulu Uni Jum, bahwa kami selama ini mendidik anak terlalu dimanjakan, semua di fasilitasi, bermodal pengalaman ke Jepang yang singkat ini harus membawa pengaruh yang besar baik utk Fiqi maupun utk kakak, adik, dan ibu bapaknya. Kami sangat setuju dengan ajaran kemandirian untuk anak #selfreminder

“Terharu sekali mendengar cerita pengalaman Fiqi selama di Jepang.”

Diana Puspita, orangtua Nabil
Pagi ini saya kaget kamar Nabil sudah tdk berantakan😍😍
Ni jum, kata Nabil capek pake banget tapi senangnya juga pake banget😊😃

Kembali report masuk dari orangtua Zidhan,

“Zidhan tadi malam setelah makan malam langsung mencuci piring dan berkemas-kemas sampah. Biasanya piring dicuci juga, tapi harus disuruh dulu, agak dikasih sepatah dua patah kata. Alhamdulillah,

td pagi pun kamarnya bersih, baju digantung, tetap spt biasa, bedanya sejak pulang dari Jepang dilakukan SPONTAN tanpa disuruh atau diingatkan.

Kemarin sore Zidhan menyapu halaman sambil bilang “Gimanalah halaman rumah nih kok daun-daun beserakan.” Gantian mamanya yang diomelin.

Yeni W. Hartati ortu Faris dan Sarah
Assalamu’alaikum.. Jum
Terimakasih anak-anak berkesan banget katanya ikutan summer vacation.
Waktu itu yeni sudah nyiapin ole-ole, batagor ma icih sama bumbu-bumbu untuk dibawa tapi ketinggalan, kelupaan karena keselang mudik lebaraan😬.. Maaf ya, heheh.

Dari peserta sendiri yang sempat  japri, alhamdulillah komunikasi berjalan, yang sempat terkopi,

Albi, “Terima kasih atas bimbingan dan ilmu yang sudah ibu berikan. Itu semua sangat berguna bagi kami”

MATERI VISIT YANG TERLAKSANA

Materi ACIKITA Summer Vacation yang kami targetkan sbb (Tanda bintang, yang tidak terlaksana, karena kondisi fisik anak-anak kita, yang tidak terbiasa berjalan. Sebenarnya materi sudah kami perkirakan untuk langkah kaki anak-anak remaja di Indonesia

1. Visit sistem penanganan bencana gempa dan tsunami. Pengurangan dan antisipasi bahaya pasca gempa, di Nada Kobe.
2. Visit Gakuen Univ, universitas swasta di Portairland, Univ ini juga men punyai SMP dan SMA sekaligus.
3. Visit museum sains dan teknologi.*
4. Visit museum maritim *
5. Visit Kawasaki Good World.* Kawasaki adalah group industri berat yang produksi sepeda motor, mobil, Jalal, shinkansen.
6. Visit tempat pengolahan sampah di Kizu, Kobe Utara.
7. Visit museum Jembatan. Jembatan terpanjang di dunia ada di Awaji, propinsi Hyogo, di sini peserta bisa melihat history Pembuatan jembatan.
8. Visit kobe University*
9. Visit dan experiece cable car di gunung rokko diganti dengan Kobe robway agar peserta yang berkursi roda bisa ikut serta.
10 visit Minatogawa jinja (tempat ibadah orang Jepang)
11. Visit Kobeharland.
12. Visit arena pemukiman di Jepang. Tata letak SD SMP ada dalam satu Kawasan tempat Tinggal penduduk. Serta semua fasilitas untuk masyarakat berkumpul dan beraktivitas bersama.*
13. Visit Shiawase no mura (Desa Bahagia), maksudnya semua kondisi manusia happy hidup di Kawasaki ini. Orang cacat berkeliaran, bekerja dan berkarya seperti manusia sempurna. Dia digaji pemerintah, dia happy bisa hidup dari gajinya. Ini terlaksana dengan bus saat menuju Kizu, pengolahan sampah.
14. Visit Kobe Mosque (Mesjid tertua di Jepang).
15. Visit Himeji temple.
16. Experience monorel
17. Experience menggunakan kimono dan
18. Experience makanan Jepang halal.
19. Visit beragam produk elektronik
20. Visit sistem dagang dan bisnis (kesempatan beli ole-ole, shopping, merasakan keramahan mereka melayani pembeli, bila turis belanja bebas pajak ).
21. Kami usahakan juga melatih kedisiplinan, Kemandirian, kekompakan dalam tim, dan bisa bekerjasama.
22. Sholat berjamaah, tadarus dan pengajian.
23. Materi presentasi “Rahasia Kemajuan bangsa Jepang” dan Peluang Melanjutkan Studi ke Jepang. Serta tanggung jawab bersama memajukan bangsa.
24. Pendidikan etika dan aturan; antri sebelum naik kendaraan, Etika berdiri di eskalator, Etika berjalan, tidak memenuhi badan jalan, agar orang dari arah berlawanan punya space untuk berjalan; Etika tidak berdiri dan menghalangi jalan orang buta, tidak ribut di tempat umum, tidak berbicara keras dan terbahak, karena bisa mengganggu privacy orang lain, Etika berbicara, dan Etika duduk. Bagaimana berbicara dengan orang yang lebih besar, duduk pada saat ada yang lebih tua dari kita.
Jadi bila dianalisis kegiatan yang terlaksana dari yang kami programkan sebesar 79,2%. Angka ini didapat dari program yang berjalan dibagi dengan program yang direncanakan sejak awal.

PENGAMATAN KAMI TERHADAP ANAK

Pada hari 1-4 kami mengamati kecenderungan anak-anak. Agenda visit yang padat, mereka kami bebaskan, tidak menuntut banyak aturan. Hal yang penting, siap berangkat pada jam sesuai buku panduan, dan mengundang mereka untuk menyusun bentou sendiri. Ini juga merupakan latihan dan belajar menyusun bentou.

Anak-anak kita banyak berinteraksi dengan HP, ini harusnya dikurangi dan dibatasi. Kemapuan mereka menyatu satu dengan yang lain sangat baik, mereka ibarat sudah satu keluarga. Namun karena dekat dengan HP peduli lingkungan rendah, mereka asyik dengan HP.

Saat ada hal yang harus dibantu, mereka tidak menawarkan diri umumnya, mereka baru bisa berbuat bila diinstruksikan. Kemampuan kepedulian sosial ini harus banyak kita latih dan gali, misalnya mengikutsertakan anak dalam event bersama, membuat program yang melibatkan semua anak, dan mengajak bersosialisasi di lingkungan.

Di Jepang hal di atas mereka fokuskan saat TK dan SD, dimana anak harus banyak bermain.

Kerjasama dalam tim, juga sangat perlu di tingkatkan. Latihan berberes, baik di rumah dan di sekolah sangat perlu dibiasakan. Idealnya anak perempuan harus bisa menangani tugas sebagai istri dan ibu saat dewasa kelak, dan anak laki-laki harus menjadi tulangpunggung keluarga yang berhati lembut, pengertian dan siap membantu urusan rumahtangga di saat istri ada halangan.

HASIL AKHIR DAN POIN SUMMER VACATION OLEH PESERTA

Semua anak pada hari terakhir, saat kami akan meninggalkan rumah yang disewa, mereka alhamdulillah mampu turun bersama membersihkan rumah. Karena meminjam rumah di Jepang, kondisi rumah harus dalam keadaan bersih. Peserta diminta bekerjasama, kami menuntun pembentukan ketua, baik group laki laki dan perempuan. Kepada ketua kami sampaikan mengapa kita harus bebersih, dan ketua diminta membagi tugas untuk setiap anggota, dan menyampaikan secara perlahan kepada para yuniornya.

Alhamdulillah mereka bisa bekerjasama, walau finishingnya perlu dibantu.

Saat visit Menuju Himeji, kami meminta mereka jujur, untuk memberikan penilaian.

“Mohon jujur menyampaikan berapa nilai dari materi summer vacation yang dihadirkan oleh ACIKITA, andaikan rentang nilai dari 0-100?

“Satu persatu dari mereka menjawab 90 Bu!”

Seorang Mikail, punya usul, “Bu kalau bisa visit Himeji temple ditiadakan Bu, karena tidak ada nilai edukasinya!”

“Ooo begitu, terimakasih usulannya baik akan kami pertimbangkan!”

Padahal sebebarnya mengedukasi, tapi karena pada saat tersebut, group perempuan yunior sudah capek, dan beberapa orang dari yang laki-laki agak susah berjalan (ada yang lecet karena sepatu baru Maka visit Himeji temple hanya sampai batasan area free visit.

PENUTUP

Idealnya fungsi sekolah tidak hanya mengajarkan anak mampu menyelesaikan soal hitungan dan test saja.

“Terlalu dangkal produk dari sistem pendidikan kita.”

“Andaikan kita semua sepakat merubah sistem pendidikan kita, dimana sejak dini dan dasar, fokus dibentuk dan ditanamkan akhlak yang baik kepada anak didik, digali kreativitasnya, mereka banyak bermain, kemudian sains secara bertahap diisi, maka InsyaAllah, Indonesia kita maju!”

“Berjuang bersama memajukan bangsa melalui perjuangan pada sistem pendidikan mari Kita memutus rantai permasalahan bangsa!”

Terimakasih kepada semua murid-murid SV1, tetap semangat dan tetap aktualisasikan kebiasaan baik yang sudah diterima selama mengikuti program ACIKITA Short Studies to Japan (ASSJA)8 Chapter ACIKITA Summer Vacation Program.

Terimakasih kepada semua orang tua murid SV1, semoga silaturrahmi dan perjuangan bersama orangtua makin memperkuat perjuangan anak-anak kita. Kita punya sangat banyak PR, ada banyak anak-anak kita di luar anak-anak yang kita lahirkan ini. Masa depan Indonesia ini mereka yang akan memperjuangkannya, mari kita tinggalkan generasi yang sehat dan kuat fisiknya, baik moral dan mumpuni keahlian dan kecakapannya. Aamiin YRA.

Terimakasih kepada semua pihak yang sudah membantu perjuangan ini. Tim inti ACIKITA Jakarta, Bandung, dan Jepang, Kobe Gakuin University and school, Hyogo int Association (HIA), Kobe-shi Recycle Center, Kobe Earthquake Musium, Staf JICA Kansai, staf Kobe Mosque, dan Kedubes Jepang di Indonesia yang sudah membantu pengurusan Visa semua peserta.

Kami dari panitia dan ACIKITA mohon maaf atas semua hal yang tidak berkenan, atas semua kekurangan. InsyaAllah perjuangan dan perbaikan akan terus kami upayakan.

Album Kegiata summer vacation (SV1), 2017

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Jumiarti Agus
Ketua Internasional ACIKITA
Salah satu Pendiri ACIKITA

Program Bahasa Jepang di Kobe, Jepang

Program Belajar bahasa Jepang di Kobe, Jepang

Untuk pendaftaran bisa mengisi form aplikasi berikut :

ASSJA: Student Exchange Program

Student Exchange Program

 

Ingin mengikuti Student Exchange Program? Mohon isi form aplikasi berikut :

Formulir pendaftaran program ASSJA
Mohon tuliskan alamat lengkap beserta kode post.
Bila masih pelajar, mohon memberikan alamat sekolah lengkap.
Program ASSJA kami peruntukkan untuk mereka yang mempunyai potensi waktu, dan keuangan. Peserta harus membiayai untuk setiap kegiatan yang diikutinya. Program ini bukan program gratis, jadi jangan mengisi form aplikasi ini, bila tidak ingin membayar biaya kegiatan ASSJA. Terimakasih

 

Kegiatan murid di sekolah

 

Perpisahan murid student exchange di Suma Gakuen, Kobe, Jepang

Suasa belajar saat mengikuti student exchange di Suma Gakuen, Kobe, Jepang

ASSJA Tema 4: Visit Sistem Pendidikan di Jepang

Visit Sistem Pendidikan di Jepang (mulai dari TK hingga perguruan tinggi).

 

Ingin mengikuti visit sistem pendidikan di Jepang? Silahkan mengisi form pendaftaran berikut :

Formulir pendaftaran program ASSJA
Mohon tuliskan alamat lengkap beserta kode post.
Bila masih pelajar, mohon memberikan alamat sekolah lengkap.
Program ASSJA kami peruntukkan untuk mereka yang mempunyai potensi waktu, dan keuangan. Peserta harus membiayai untuk setiap kegiatan yang diikutinya. Program ini bukan program gratis, jadi jangan mengisi form aplikasi ini, bila tidak ingin membayar biaya kegiatan ASSJA. Terimakasih

ASSJA Tema 1: Studi Visit Oleh Murid TK, SD (dan Summer Vacation TK& SD)

Studi Visit Murid TK dan SD.

 

Pendaftaran keikutsertaan juga bisa dilakukan via website ini, dengan mengisi form aplikasi berikut. Dan mohon menghubungi +81-80-3333-1327, bila telah mengisi form aplikasi pendaftaran. Terimakasih.

Formulir pendaftaran program ASSJA
Mohon tuliskan alamat lengkap beserta kode post.
Bila masih pelajar, mohon memberikan alamat sekolah lengkap.
Program ASSJA kami peruntukkan untuk mereka yang mempunyai potensi waktu, dan keuangan. Peserta harus membiayai untuk setiap kegiatan yang diikutinya. Program ini bukan program gratis, jadi jangan mengisi form aplikasi ini, bila tidak ingin membayar biaya kegiatan ASSJA. Terimakasih

ASSJA : Training guru di sekolah TK dan SD di Jepang

Training guru di sekolah TK dan di SD di Jepang

 

PENDAFTARAN :

  1. Via email asapacikita@gmail.com
  2. Menghubungi WA ACIKITA +81-3333-1327.
  3. Atau mengisi
    Mohon tuliskan alamat lengkap beserta kode post.
    Bila masih pelajar, mohon memberikan alamat sekolah lengkap.
    Program ASSJA kami peruntukkan untuk mereka yang mempunyai potensi waktu, dan keuangan. Peserta harus membiayai untuk setiap kegiatan yang diikutinya. Program ini bukan program gratis, jadi jangan mengisi form aplikasi ini, bila tidak ingin membayar biaya kegiatan ASSJA. Terimakasih

Mohon bantuan untuk meneruskan info ini, agar mereka yang membutuhkan dapat memanfaatkan kesempatan emas ini. Kami mengucapkan terimakasih atas bantuan dan kerjasamanya. InsyaAllah Allah akan membalas setiap kebaikan yang kita lakukan. Aamiin YRA

 

PENGURUS ACIKITA

ASSJA: Visit Sistem Kesehatan di Jepang

Bisa diikuti oleh para medis dan penggiat di bidang kesehatan ummat.
ASSJA. Thema Visit Sistem Kesehatan di Jepang

 

Pendaftaran keikutsertaan juga bisa dilakukan via website ini, dengan mengisi form aplikasi berikut. Dan mohon menghubungi +81-80-3333-1327, bila telah mengisi form aplikasi pendaftaran. Terimakasih.

Formulir pendaftaran program ASSJA
Mohon tuliskan alamat lengkap beserta kode post.
Bila masih pelajar, mohon memberikan alamat sekolah lengkap.
Program ASSJA kami peruntukkan untuk mereka yang mempunyai potensi waktu, dan keuangan. Peserta harus membiayai untuk setiap kegiatan yang diikutinya. Program ini bukan program gratis, jadi jangan mengisi form aplikasi ini, bila tidak ingin membayar biaya kegiatan ASSJA. Terimakasih

 

PENGURUS ACIKITA

STAFF ASSJA

Penanggung Jawab Kegiatan

Dr Eng, Jumiarti Agus, S.Si, M.Si

Ketua Internasional ACIKITA

ASSJA: ACIKITA OPEN CAMPUS

Visit lab para professor, di kampus Tokyo Institute of Technology. Membantu terhubungnya para mahasiswa, periset, dan dosen Indonesia untuk tujuan lanjut studi dan kerjasama riset. Menambah wawasan pelajar dan mahasiswa tentang kespesifikan riset para professor, sangat baik diikuti oleh mereka yang ingin melanjutkan studi ke universitas di Jepang.

“Jemputlah kemajuan untuk masa depan Anda, karena ia tidak akan menjemput Anda!”

Peserta : mahasiswa, dosen, dan peneliti (maksimal 40 orang).
Waktu : 10 – 16 Mei (7 hari pp)
Biaya : 149,000 yen

Program Utama
Hari 1 Berangkat dari Jakarta via Kuala Lumpur menuju Tokyo
Hari 2.Kedatangan di Tokyo, menuju penginapan di Machida.
Hari 3.Mengikuti open campus hari 1, dan seminar oleh Prof Hara
Hari 4. Mengikuti open campus hari 2, workshop lanjut studi ke TIT, visit Odaiba.
Hari5. City tour Tokyo, visit Odaiba, Tokyo Sky tree, dan Asakusa
Hari 6. Visit Shibuya, akihabara dan kesempatan membeli ole-ole.
Hari 7. Pulang ke Indonesia, sayonara Nippon.

Persyaratan
Passport asli; foto kopi KTP dan KTM atau kartu pelajar; Surat izin dari sekolah, kampus atau atasan bagi dosen dan peneliti; Foto 4.5 x 4.5 cm background putih dan berwarna (tidak menggunakan topi, kaca mata dan tidak kelihatan gigi); dan wajib membayar biaya keikutsertaan.

Pendaftaran
Pendaftaran mulai bulan Januari hingga 28 Februari 2018, membayar DP 30%. Pelunasan biaya paling lambat tanggal 6 Maret 2017. Rekening ACIKITA: Bank Mandiri Cab kota Wisata Cibubur, No. Rek: 133-00-1410382-4.

Pendaftaran via WA ke no ACIKITA +81-80-3333-1327. Pendaftaran keikutsertaan juga bisa dilakukan via website ini, dengan mengisi form aplikasi berikut. Dan mohon menghubungi ke nomor +81-80-3333-1327, bila telah mengisi form aplikasi pendaftaran. Terimakasih.

Formulir pendaftaran program ASSJA
Mohon tuliskan alamat lengkap beserta kode post.
Bila masih pelajar, mohon memberikan alamat sekolah lengkap.
Program ASSJA kami peruntukkan untuk mereka yang mempunyai potensi waktu, dan keuangan. Peserta harus membiayai untuk setiap kegiatan yang diikutinya. Program ini bukan program gratis, jadi jangan mengisi form aplikasi ini, bila tidak ingin membayar biaya kegiatan ASSJA. Terimakasih

 

KONTAK ACIKITA

ACIKITA JAPAN : KOBE-SHI, KITA-KU, HIYODORIDAI 3-9-121,101. +81-80-3333-1327.

ACIKITA INDONESIA: KOTA WISATA SALZBURG SA I No 8, KOTA WISATA CIBUBUR, +62-878-7079-4744.

 

DEVISI ASAP (ACIKITA STUDIES TO ABROAD PROGRAM)

Program Edukasi Informal ACIKITA untuk Pelajar dan Mahasiswa di Indonesia, Untuk Menyiapkan Pemimpin Masa Depan Bangsa

ACIKITA Summer Vacation, Japan 2018

 

ACIKITA adalah organisasi yang didirikan oleh anak bangsa yang dulunya bersekolah di Tokyo Institute of Technology. Organisasi ini bergerak dalam bidang pendidikan, mereka aktiv menjembatani kerjasama pada bidang pendidikan dan riset antara Indonesia dan Jepang, untuk kemajuan bersama di masa depan.

Jepang negara 1001 pemimpin, Jepang, negara yang menginspirasi dunia, sangat cocok didatangi oleh anak bangsa, untuk menambah keilmuan dan menempa insan Indonesia menjadi pribadi yang bertanggungjawab untuk kemajuan diri, keluarga, masyarakat dan bangsa di masa depan, InsyaAllah.

Kami meng-creat kegiatan, memfasilitasi pelajar dan mahasiswa di Indonesia untuk visit dan studi singkat di Jepang melalui kegiatan “Summer Vacation”.

 

TUJUAN KEGIATAN 
1. Menginspirasi generasi muda agar sadar diri untuk mengekspresikan moral dan kepribadian diri yang baik.
2. Menambah pengetahuan generasi muda akan rahasia kemajuan bangsa Jepang.
3. Menambah pengetahuan generasi muda tentang sistem pendidikan yang menjadi akar kemajuan bangsa Jepang.
4. Melihat dan merasakan kehidupan dan peradaban bangsa Jepang.
5. Menambah wawasan, dan ilmu pengetahuan, mengetahui capaian teknologi bangsa Jepang.
6. Sebagai momen pertukaran budaya dan memperkenalkan Indonesia yang bermanfaat bagi persahabatan antar bangsa.
7. Menjadikan generasi muda Indonesia bertanggungjawab untuk kemajuan diri, keluarga, dan masyarakat.
8. Memberikan arahan kepada mereka yang berniat lanjut studi ke universitas di Jepang.

 

PROGRAM

Kegiatan Berlangsung selama 12 hari pp.
Program yang dilaksanakan meliputi :

1. Visit sistem penanganan bencana gempa dan tsunami. Pengurangan dan antisipasi bahaya pasca gempa, di Nada Kobe.
2. Visit Universitas.
3. Visit SMP dan SMA sekaligus.
4. Visit museum maritim
5. Visit Kawasaki Good World. Kawasaki adalah group industri yang memproduksi sepeda motor, mobil, beragam alat berat dan shinkansen.
6. Visit tempat pengolahan sampah di Kizu, Kobe Utara.
7. Visit museum Jembatan. Jembatan terpanjang di dunia ada di Awaji, propinsi Hyogo, di sini peserta bisa melihat history Pembuatan jembatan.
8. Visit Minatogawa jinja (tempat ibadah orang Jepang)
9. Visit Kobe Harbarland.
10. Visit arena pemukiman di Jepang. Tata letak SD, SMP ada dalam satu Kawasan tempat tinggal penduduk. Serta semua fasilitas untuk masyarakat berkumpul dan beraktivitas bersama.
11. Visit Shiawase no mura (Desa Bahagia), maksudnya semua kondisi manusia happy hidup di kawasan ini. Orang cacat bisa hidup, bekerja dan berkarya seperti manusia sempurna. Dia digaji pemerintah, dia happy bisa hidup dari gajinya.
12. Visit Kobe Mosque (Mesjid tertua di Jepang).
13. Visit Himeji temple.
14. Experience monorel.
15. Experience Kobe robway dan makanan Jepang halal.
16. Visit beragam produk elektronik.
17. Visit sistem dagang dan bisnis (kesempatan beli ole-ole, shopping, merasakan keramahan mereka melayani pembeli, bila turis belanja bebas pajak :)).

Program masih belum selesai sampai di sana.

18. Kami juga melatih kedisiplinan, Kemandirian, kekompakan dalam tim, dan bekerjasama dalam group.
19. Kimono experience
20. Experience memasak tempura, takoyaki dan membuat bentou (bekal makanan)
21. Sholat berjamaah, tadarus, dan pengajian.
22. Materi presentasi “Rahasia Kemajuan bangsa Jepang”
23. Materi presentasi “Peluang Melanjutkan Studi ke universitas di Jepang.”
24. Materi presentasi “Cinta tanah air dan tanggungjawab bersama memajukan bangsa.”
25. Pembagian sertifikat kegiatan, clossing program, sayonara Nippon.

 

BIAYA KEGIATAN
Untuk kegiatan dibutuhkan biaya sebesar 170. 000 yen. Biaya ini sungguh sangat murah dibandingkan dengan semua kesempatan, keilmuan, wawasan, yang tidak bisa dihargai dengan uang dan banyak subsidi serta kerjasama yang meringankan biaya keikutsertaan. Kesempatan seperti ini hanya bisa di ACIKITA karena sebagian mereka adalah akademisi yang berdomisili di Jepang. Sehingga informasi dalam bisa dihadirkan pada pelajar dan masyarakat Indonesia.

 

FASILITAS
1. Tiket pesawat AA.
2. Undangan dan jaminan berada di Jepang.
3. Pengurusan VISA
4. Transportasi mulai dari saat penjemputan di bandara hingga selesainya program ini.
5. Biaya workshop
6. Biaya makan halal dan snack selama kegiatan
7. Biaya tutor dan gaet
8. Biaya penginapan
9. Booklet panduan hidup dan tata krama di Jepang.
10. Sertifikat
11. Bingkisan dari ACIKITA dan T-shirt.
12. Kimono experience
13. Foto album selama kegiatan.
14. Biaya bingkisan dan cendera mata untuk setiap tempat visit (sekolah, instansi dan universitas).
15. Buku ACIKITA.

 

WAKTU
Kegiatan dilaksanakan :
1. 25 Mei – 5 Juni 2018
2. 4 – 16 Juni 2018
3. 15-26 Juni 2018
2. 25 – 6 Juli 2018
3. 5 – 16 Juli 2018
4. 15 – 26 Juli 2018
5. 25 -5 Agustus 2018

 

PENDAFTARAN

1. Menginfokan data berikut
Nama Anak                                    :
Sekolah dan kelas                         :
Nama Orangtua                             :
Alamat emai dan No HP orangtua :
Tanggal Kegiatan                           :

2. Mohon menghubungi CP +81-80-3333-1327 untuk pendaftaran.

3. Membayar DP keikutsertaan 30%. Biaya disetorkan ke rekening Yayasan Aku Cinta Indonesia Kita Sejahtera, ACIKITA Bank Mandiri Cab Kota Wisata Cibubur No rek : 133-00-1410382-4

4. Bukti transfer mohon dikirimkan kepada kami.

5. Pendaftaran dibuka mulai pengumuman ini dikeluarkan diperpanjang hingga 20 Januari 2018.

 

PERSYARATAN PESERTA

1. Program hanya bisa diikuti oleh pelajar SD, SMP, SMA, dan mahasiswa.
2. Peserta sebaiknya bisa berbahasa Inggris atau Bahasa Jepang.
3. Peserta wajib mematuhi aturan selama kegiatan.
4. Orangtua tidak diperbolehkan mengikuti event anak-anak ini, karena Kami ingin melatih dan mendidik kedisiplinan, kemandirian, kerjasama dan kekompak an dalam tim serta kepatuhan terhadap peraturan.

 

KERJASAMA
Kegiatan Ini bekerjasama dengan
Kobe University, JICA Kansai, dan Hyogo Internasional Affair, Hyogo of University, Manabito Foundation, Kobe Indonesian Society (KIS), Hyogo Recycle Center, dan PPI Kobe.

Mohon bantuan kita meneruskan informasi ini, sehingga mereka yang membutuhkan bisa memanfaatkan kesempatan baik ini. Karena kami tinggal dan bekerja di Jepang, sehingga untuk hal visit dan kerjasama mereka sangat welcome sekali, dan informasi detil bisa didapatkan.

“Allah akan membalas setiap kebaikan hambaNya, walau sekecil apapun.”

Terimakasih.

Wassalam

 

Devisi ASAP ACIKITA Foundation
Penanggungjawab
Dr. Eng Jumiarti Agus
Ketua Internasional ACIKITA