Camp TK Hiyodoridai, Kobe,2017

Kegiatan menginap di suatu tempat yang ditentukan oleh sekolah, merupakan agenda wajib yang harus dilakukan oleh umumnya sekolah-sekolah di Jepang, mulai tingkatan TK, SD, SMP dan SMA. Kegiatan camp untuk murid  SMP dan SMA beberapa sekolah menetapkan kegiatan ke luar negeri. Biasanya tidak dipungut bayaran lagi karena sudah dicicil dalam bayaran uang sekolah setiap bulan (bagi SMA dan SMP swasta).

Aqeela, mengikuti kegiatan camp di Shizen no ie (pemukiman di daerah gunung Rokko), di Kawasan Kobe University. Tempat penginapan tersebut memang sering digunakan untuk kegiatan belajar di luar sekolah, bagi kebanyakan sekolah di Kobe.

Melihat sistem pendidikan di Jepang, memang anak-anak dari kecil sudah dilatih untuk mandiri, dalam hal ini tidur terpisah dari orangtuanya. Dan  kegiatan keseharian dilakukan di bawah bimbingan guru mereka.

Kami para orangtua dituntun untuk menyiapkan barang bawaan anak. Dari sekolah sudah di buatkan list barang bawaan yang harus dibawa.

Di TK Hiyodoridai, kegiatan camp Ini khusus diikuti oleh murid kelas besar, yaitu oleh  mereka yang akan masuk SD di bulan April tahun depan. Khusus untuk kami, baru pertama anak kami mengikuti kegiatan camp pada usia prasekolah, karena biasanya kegiatan selalu diadakan di bulan Agustus, pada saat kami liburan ke Indonesia, setiap tahun.

Alhamdulillah tahun ini, Aqeela bisa ikut serta, karena ternyata pada bulan Agustus, cuaca saat itu kurang baik, sehingga kegiatan dipindahkan ke bulan November.

Tujuan kegiatan ini utamanya untuk membina kemandirian anak. Melalui kegiatan ini, para guru jadi tahu bagaimana kondisi setiap anak, sehingga bisa dipikirkan teknik yang lebih baik untuk sistem pendidikan mereka.

Hal penting yang menarik adalah :
1. Data detil tentang anak
Kami dibagikan angket yang menanyakan kondisi anak. Jam berapa anak tidur? Dan jam berapa bangun? Saat tidur apakah anak langsung tidur? Atau bermain-main dulu? Apakah anak masih ngompol? Apakah anak sering terbangun malam, untuk ke toilet? Apakah Anak susah untuk dibangunkan? Bangun tidur apakah anak langsung aktiv? Atau susah untuk bergerak? Suka bermenung dsbnya?

Semua data di atas tentu akan sangat membantu guru dalam menangani dan menghadapi semua anak, karena untuk 33 anak hanya ada 1 guru wali kelas.

2. Barang bawaan Anak.

Kami sudah dituntun untuk menyiapkan barang bawaan anak, terdiri dari tas ransel (bukan tas sekolah yang berisi bentou, jacket, lap tangan basah untuk cuci tangan, handuk, dan tissu).

Tas berukuran agak besar untuk menyimpan semua barang selama menginap. Di dalam tas terdiri dari wadah terpisah. Wadah no 1 untuk ofuro (kebutuhan untuk mandi, berisi handuk, pajama (piyama) dan pansu (underwear), wadah 2, untuk yogoreta fuku (pakaian kotor), wadah no 3 berisi peralatan mencuci muka (isinya handuk kecil, haburashi/sikat gigi, coppu (cangkir untuk kumur-kumur), wadah no 4 berisi set baju untuk aktivitas esok hari (1 set baju yang enak dipakai untuk bergerak, dan kaus kaki), selanjutnya wadah yang berisi baju tambahan (berjaga jaga kalau dibutuhkan).

Untuk Aqeela, alhamdulillah Kakak Najmi sangat senang hati mempersiapkan semuanya. Bahkan agar Aqeela hafal, kakaknya sengaja membuatkan gambar di luar kantong setiap barang bawaan Aqeela.

“AQ ofuro setto dashite kudasai!” Ucap Kakak Najmi.
(AQ keluarkan kantong yang berisi pakaian untuk mandi!)

Aqeela lalu mengambil wadah dengan label no 1.
Dan seterusnya, Kakak Najmi melatih adeknya agar paham dengan barang bawaannya sendiri.

Alhamdulillah berkat bantuan Kakak Najmi, pekerjaan ibunya sangat terbantu.

3. Makanan khusus untuk Aqeela, sangat dipastikan oleh gurunya. Jauh hari, menù sudah didiskusikan dan untuk Aqeela InsyaAllah akan diperhatikan dan disiapkan makanan yang memang boleh dimakan, berbeda dengan anak-anak yang lain. Mereka sangat menghormati kami sebagai orang Islam, selain menù, hal sholat Aqeela selama menginap juga kami sampaikan, bahwa Aqeela harus sholat. Di buku komunikasi kami tuliskan arah sholat. Dan Aqeela pun mantab untuk tetap sholat.

Aqeela berangkat dengan barang bawaannya yang harus disandang, karena dalam peraturan tidak boleh membawa tas yang beroda, tidak bagus untuk anak. Dan Aqeela tanpa ragu sedikit pun untuk menginap, dia bahkan sangat happy mengikuti kegiatan yang akan dilaksanakan. Apalagi kakak kakaknya mengatakan, “AQ campu tanoshi yo! (AQ kegiatan camp menyenangkan lho!)

Dan satu hal yang pasti tentu karena dia yakin guru-gurunya yang selalu sigap menghadapi murid-murid, dan sangat menyayangi mereka. Setiap Hari mereka berinteraksi tentu anak sangat paham dan yakin, dengan gurunya.

Pada saat berangkat, alhamdulillah hari cerah, semoga program camp Aqeela berjalan baik. Dan semua anak dalam kondisi sehat walafiat. Aamiin YRA,

Yuk ibu guru ACIKITA kita mulai juga mengadopsi kegiatan seperti ini. Dimulai dari lokasi yang dekat dulu! Tentunya perlu disosialisasikan kepada orangtua, dan yang pasti kita harus siaga menghadapi anak-anak.

Ganbarimashou!!!!

Foto-foto persiapan camp dan barang bawaan bisa dilihat di sini.

Kobe 2 Nov 2017
Mamianak
Jumiarti Agus

Report Kegiatan ASSJA (ACIKITA Short Studies to Japan), Program Visit Kesehatan, 22 Nov- 2 Agutus, 2017

 

Alhamdulillah program ACIKITA Short Studies to Japan (ASSJA) tema visit kesehatan, yang diikuti para dokter sudah selesai. Peserta terdiri dari dokter Edy SpA dari Palembang dan drg. Mulia Rahmawati dari Ternate, kepala puskesmas di sebuah pulau di Ternate. Dokter Edy mengikuti kegiatan dari tanggal 22-28 November 2017 sedangkan drg Mulia dari tanggal 23 Nov hingga 2 Agustus, 2017.

Seperti peserta visit pendidikan yang ingin lebih lama di Jepang, maka drg Mulia juga memberpanjang masa keberadaannya di Jepang.

 

Kegiatan yang terlaksana terdiri dari

1.Visit fasilitas kesehatan di Shiawase no Mura.

2.Visit rumah sakit (RS) rehabilitasi (di sini dokter Edy benar-benar terkagum dengan pelayanan RS nya). Kami mendapatkan inspirasi baru, apalagi se Indonesia (khabarnya) belum ada RS rehabilitasi ini. Kita mungkin mengira rehabilitasi bisa dilakukan di rumah, tapi banyak pasien yang makin lemah dan bahkan berujung dengan kematian, karena tidak ada jurusan medis yang khusus membahas rehabilitasi di Indonesia.

Bagaimana urgensi RS rehabilitasi?

Misalkan untuk pasien yang mengalami gangguan syaraf otak atau pembuluh darah di otak, bisa berakibat tidak bisa berjalan seperti biasa dan ada juga yang tidak bisa berbicara seperti biasa. Di Jepang pasien seperti ini diberi treatment oleh tenaga medis setiap hari (fisiknya diterapi). Menurut juru rawat, biasanya butuh waktu rawat inap selama 5 bulan, untuk mereka agar bisa berjalan normal atau kembali berbicara normal. Jadi sebetulnya orang orang yang struk, bisa sembuh kembali dan bisa berjalan normalkembali kalua diberikan perawatan/rehabilitasi yang tepat.

Gangguan berbicara pada seseorang bisa menyebabkan nafsu makan menjadi hilang, asupan makanan dan minuman yang kurang menyebabkan pasien makin lemah dan tubuh tidak cukup energi. Biasanya pasien akan terbaring lemah dan lama kelamaan menemui ajalnya.

3. Visit perwatan senior

Kami mengunjungi rumah perawatan senior yang fokus pada pasien yang mengalami penurunan daya ingat. Pasien tertua di tempat ini berusia 107 tahun, Ia masih bisa berjalan dengan alat penopang untuk berjalan. Mereka di sini umumnya tidak pakai pampers, setiap senior tersebut dicatat jam buang air mereka masing-masing, dan staf khusus untuk setiap mereka akan selalu waspada pada jam-jam tersebut.

Biaya perwatan juga tidak mahal, karena mereka semuanya mempunyai kaigo hoken yaitu asuransi yang cukup untuk membiayai perawatan mereka di rumah senior tersebut

4. Visit SD, melihat pemeriksaan kesehatan untuk anak TK yang akan masuk SD.

5. Visit ruangan klinik kesehatan di SD.

6. Visit Silver College (universitas untuk para senior), mereka di usia senja masih sibuk dengan kegiatan yang bermanfaat, kuliah dan melakukan berbagai aktivitas di kampus.

7. Visit beragam manusia syndrome di Shiawase no Mura. Mereka bisa hidup dan beraktivitas seperti orang biasa.

8. Visit pameran kerajinan anak di TK dan fasilitas kelas dan toilet di TK.

9. Visit herbal garden, beragam tanaman kesehatan dipelihara, melihat produk produk kesehatan. Peserta juga mengikuti kelas pembuatan hand cream, dan sabun yang menggunakan essensial oil.

10. Visit Kobe University Hospital. Bila ada pasien dari Indonesia bisa saja diperiksa dan dirawat di RS ini, dengan syarat ada surat pengantar dari dokter di Indonesia. Untuk biaya berobat 3 x lebih mahal dari pasien yang mempunyai asuransi di Jepang. Mereka menyarankan kepada pasien untuk membayar dulu biaya berobat, nanti setelah balik ke Indonesia, coba minta ganti uang yang telah digunakan. Tapi apakah sistem kesehatan di Indonesia, mencover biaya pengobatan di luar negeri?

11. Kami juga sudah bertanya pada city office di bagian hoken (asuransi) di kantor pemerintahan kota di Kobe, ternyata tidak tersedia asuransi yang bisa diikuti oleh orang asing dengan temporary visa. Kecuali bila ada anak yang bekerja di Jepang maka orangtuanya bisa ditanggung dalam keluarga anak tersebut.

Tapi dalam sistem di Jepang, andaikan penduduknya pergi ke luar negeri dan membayar biaya berobat, maka biaya bisa diganti oleh pemerintah Jepang.

Rumah Sakit Kobe Univ juga melayani pasien yang hanya berobat pada saat  travelling, misalnya bila terjadi batuk atau gangguan kesehatan.

12. Visit Fakultas Kedokteran Kobe Univ. Pada kesempatan ini kami menanyakan prosedur lanjut sekolah, bagi para dokter muda di Indonesia. Ada 2 jalur yang bisa diikuti, pertama sebagai researcher untuk mengambil keahlian di bidang tertentu, kedua sebagai Ph. D student (4 tahun). Untuk researcher bisa diambil selama 7 tahun. Info detil bias didapatkan di website Kedokteran Kobe University.

13. Visit JICA, dalam hal ini kami menanyakan prosedur kerjasama dengan JICA terkait program kesehatan.

14. Experience kimono, experience makanan Jepang, dan experience monorail mengitari daerah buatan di Port Airland.

15. Visit musium sains dan teknologi, di Port Air land.

16. Visit pusat perbelanjaan, dan membeli beragam ole-ole dan produk khas Jepang di daerah Motomachi.

17. Visit peradaban nyata serta pemukiman penduduk di suatu daerah, dimana tatanan sekolah, penitipan anak, tempat bermain ibu dan anak, pusat kegiatan masyarakat, beragam klinik, apotek, taman bermain, dan fasilitas olahraga yang luas, dan supermarket bisa dijangkau oleh masyarakat yang berdomisili di tempat tersebut. Sehingga tidak perlu mobilitas berkendaraan memenuhi jalanan, mereka lebih cenderung berjalan kaki dan menggunakan angkutan umum, bila harus bepergian. Hal ini semua disaksikan nyata oleh para peserta.

18. Visit Expo Japan 2017 tentang Monozukuri di Intex Osaka, yaitu expo besar-besaran yang menampilkan temuan dan produk baru bangsa Jepang pada masyarakatnya. Salut dan haru melihat beragam produk baru muncul. Sungguh sangat banyak ragamnya. Termasuk produk makanan untuk mereka yang senior, tentu semuanya harus lembut dan mudah dikunyah, tapi nilai gizi tetap terpenuhi.

Hasil yang Jelas yang membuat kami happy,

“Mereka para dokter yang ikut visit sistem kesehatan di Jepang ini,  sangat terkagum melihat para medis yang tulus dan ikhlas melayani pasien.”

Mereka para dokter tersebut mantap untuk ingin menerapkan hal baik yang diamatinya langsung di Jepang, serta mantap untuk lanjut program doktoral di bidang kesehatan. Peserta visit sistem kesehatan ini, tak ingin berakhir mengetahui sistem dan pelayanan medis di Jepang, tapi lebih lanjut ingin menjadi bagian mereka (bangsa Jepang), dengan bergabung di lab-lab profesor bidang kesehatan. Ini ukuran keberhasilan dari program ini. “Nah poin inilah yang kami inginkan, terwujud kesinambungan untuk program kesehatan yang lebih baik di Indonesia.”

Datang kemana pun di Jepang adalah edukasi kepada kita untuk menjadi manusia yang menjalankan nilai-nilai Islami, karena mereka bisa baik dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, teknologi, dan sebagainay hingga merajut, memasak, menyulam. Sebenarnya mereka bisa maju, karena mereka mengekspresikan nilai-nilai Islami yang mereka temukan melalui perjalan kehidupan dan riset di dunia pendidikan mereka.

Harusnya setiap insan yang visit negeri ini, kembali kepada ajaran Islam yang sebenarnya. Bukan malah meninggalkan Islam.

“dr Edy spesialis anak dari Palembang InsyaAllah mantab ingin lanjut studi Ph.D bersama isterinya, yang dokter spesialis jantung. Semoga dimudahkan Allah. Aamiin. Dan informasi dr Edy, tengah kami melakukan visit hari kedua di Shiawase no Mura, ia melaporkan, “Koleganya, beberapa dokter juga ingin mengikuti program visit kesehatan selanjutnya.”

“Alhamdulillah wa syukurillah!”

Peserta yang lain dr Mulia, berucap, “InsyaAllah barang saya nggak ada yang tertinggal, hati saya tertinggal di sini!” Ucap beliau ketika hendak bertolak kembali ke tanah air.

Beliau insyaAllah ingin lanjut studi di fakultas kedokteran gigi Osaka Univ. Semoga Allah memudahkan tujuan mulia ini. Aamiin

Memang untuk visit kedokteran ini adalah acara perdana, tapi alhamdulillah semua program berjalan dengan baik.

Kami dari panitia, mohon maaf karena foto-foto visit rumah sakit rehabilitasi dan perawatan senior demensia, tidak bisa kami input, sebab tidak boleh mengambil foto oleh staf mereka.

Kami sadar sebagai manusia tentu ada kilaf, kurang, dan keterbatasan kami. Kepada para peserta visit, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya, atas semua hal yang tidak berkenan. InsyaAllah kami di ACIKITA akan selalu meningkatkan kualitas program selanjutnya. Kami sangat senang bila para dokter memberikan input tentang program yang dibutuhkan untuk di Indonesia.

Foto foto ASSJA, visit kesehatan 1

Terimakasih.

Wassalam

 

STAF ASSJA

PENERIMAAN MURID BARU SEKOLAH ACIKITA; KELOMPOK BERMAIN, TK, SD, SMP, SMA, dan Sekolah Persiapan Lanjut Studi ke Jepang (Untuk S1 dan S2)

Sekolah ACIKITA adalah sekolah Nasional plus yang mempunyai kerjasama dengan berbagai sekolah dan instansi internasional (terutama Jepang).

Motto Pendidikan di ACIKITA,

“Menghadirkan Pendidikan yang berfokus pada pembentukan akhlak dan potensi diri anak, sesuai tuntunan Alqur’an dan hadist.”

Background

Perjuangan ACIKITA telah dimulai sejak 2006, oleh pelajar dan kaum akademis yang ingin berbuat nyata untuk memajukan Indonesia. Motto ACIKITA, “Berjuang bersama membangun bangsa, melalui perjuangan pada bidang pendidikan, mari kita putus rantai permasalahan bangsa!”

Perjuangan untuk perubahan sistem pendidikan di Indonesia sudah kami lakukan secara serius pada tahun 2010 dan 2011, saat aktiv mengikuti rapat terbatas anggota Dewan Pertimbangan Presiden (WanTinPres). Kami berfikir, “Bila pemerintah dan orang-orang yang mengambil kebijakan tahu akan sistem pendidikan yang baik (fokus utama pembentukan moral dan kreativitas anak  sejak dini), maka secara nasional sistem tersebut akan bisa diterapkan di lapangan. Namun hal di atas tidak sesuai dengan perkiraan kami.

Tahun 2013 kami memutuskan untuk membuka TK ACIKITA, untuk memulai perjuangan pendidikan yang berkesinambungan. Selanjutnya pada tahun 2014 kami mendirikan SD ACIKITA. Tahun 2015 kami mendirikan SMP ACIKITA. Dan tahun 2018 kami membuka SMA ACIKITA, sekaligus sekolah persiapan untuk masuk ke universitas di Jepang (PTU = Preparation to University).

Visi Pendidikan di ACIKITA

Mencetak pemimpin masa depan yang mempunyai akhlak, dan potensi diri yang baik, berwawasan global, serta bertanggung jawab untuk kemajuan bangsa dan negara.

Misi Pendidikan di ACIKITA

  1. Memantapkan konsep dan ajaran Tauhid, serta praktek ajaran Islam sejak dini. Pendidikan di ACIKITA mengutamakan penanaman ajaran agama sebagai pondasi paling utama, baik yang berkaitan dengan Sang Pencipta maupun dalam hubungan dengan sesama manusia. Metode dilakukan secara teori, dan praktek, sesuai usia anak.
  2. Menggali potensi, kreatifitas, dan kemampuan anak mencipta, seluas-luasnya. Kemampuan anak untuk mencipta, tidak bisa dilakukan secara instan, tapi harus dimulai dari dini. Berdasarkan pengalaman riset kami di Jepang, maka kami akan mengemas sistem pendidikan ACIKITA sebaik mungkin, sehingga kemampuan mencipta, berkarya, dan kreativitas anak benar-benar bisa digali dengan maksimal. Semoga mereka nanti bisa tumbuh menjadi insan-insan pencipta di berbagai bidang.
  3. Mendidik dan melatih kemandirian anak sejak dini. Di sekolah  ACIKITA kami memberikan pendidikan yang berorientasi pada kemandirian anak sejak dini, didukung oleh lingkungan belajar yang kondusif serta pengajar  berpengalaman mengajarkan kemandirian. Diharapkan anak sudah mampu melakukan kegiatan sehari-hari, membantu orang tua dengan kesadaran sendiri tanpa paksaan.
  4. Menanamkan etika dan kepribadian kepada anak sejak dini, dengan metode action bukan hanya ceramah. Kami mengutamakan pembentukan karakter anak, dengan mengadopsi sistem positiv  dari pendidikan SD di Jepang yang berfokus pada pengajaran moral dan karakter anak dengan metode action setiap hari, tanpa anak merasa terbebani. Tentunya guru merupakan teladan utama bagi anak di sekolah.
  5. Memberikan wawasan pengetahuan kepada anak sesuai dengan tingkat usia anak. Kami menghadirkan banyak buku-buku kepada anak. Membaca buku setiap hari adalah suatu hal yang dominan dalam sistem pendidikan di ACIKITA. Nantinya anak akan menjadi insan yang mempunyai ilmu dan wawasan luas karena ia selalu haus membaca.
  6. Membentuk anak-anak Indonesia yang bertubuh sehat dan kuat. Melalui kegiatan-kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler, sekolah ACIKITA berusaha menciptakan generasi yang sehat jasmani, mandiri, dan kompak berjuang bersama.
  7. Aktiv menjalin kerjasama internasional, untuk persahabatan, keharmonisan, kerjasama, dan kemajuan bersama di masa depan, baik di tingkat siswa maupun staf pengajar. 

Mengapa Memilih Pendidikan di  ACIKITA?

  1. Biaya sangat terjangkau.
  2. Kurikulum agama, ibadah sholat, belajar mengaji al’qur’an dan hafalan Al-qur’an. Target hafalan Alqur’an SD (5 juz), SMP (10 juz) dan SMA (15 juz).
  3. Kurikulum nasional.
  4. Kurikulum praktek moral mengadopsi “metode” pengajaran moral dari Jepang, materi pendidikan moral merujuk pada Alqur’an dan Hadist.
  5. Kurikulum ACIKITA, program perjuangan ACIKITA, tanggung jawab membantu sesama, cinta tanah air, dan memajukan Indonesia.
  6. Anak-anak dididik mempunyai kemampuan Bahasa Indonesia yang sopan dan baik (lisan dan tulisan).
  7. Anak-anak setiap hari dilatih untuk bisa melakukan kegiatan bebersih.
  8. Murid murid dituntun untuk mengikuti proses kegiatan belajar dan mengajar dengan suasana yang nyaman, proses belajar bukan untuk mencapai nilai test yang tinggi, kejujuran sangat ditanamkan pada anak.
  9. Setiap anak akan digali potensinya semaksimal mungkin dan akan disupport untuk melanjutkan studi sesuai minat dan bakatnya.
  10. Beragam club bisa diikuti anak; club bahasa (bahasa Arab, Inggris dan Jepang); publishing (menulis dan menerbitkan buku), beragam olahraga; berlari, sepak bola, berenang, volly ball, basket ball, bulu tangkis, tenis meja, sains, komputer, musik, seni tari, annoucer, keterampilan rumahtangga (memasak, menjahit, pertukangan), menggambar (manga), organisasi dan volentir; kegiatan kemasyarakatan, serta Japanese club.
  11. Kunjungan studi edukatif di Indonesia.
  12. Kunjungan studi edukatif di Jepang (untuk murid TK hingga murid kelas persiapan lanjut studi ke Jepang).
  13. Hari olahraga bersama dan kegiatan seni terkoordinir.
  14. Karya anak akan dibukukan di ACIKITA Publishing.
  15. Peringatan Hari Besar Islam dan Peringatan Hari Besar Nasional.
  16. Family day.
  17. ACIKITA day.
  18. Home stay di ACIKITA di Jepang (program pilihan).
  19. Student Exchange di Jepang ( bagi SMP dan SMA).
  20. Mengikuti summer vacation di Jepang, Eropa, dan Umrah. Setiap tahun selalu ada kegiatan summer vacation ke luar negeri, untuk membuka dan menambah wawasan para murid.
  21. Staf pengajar tamu dari Jepang (guru atau professor).
  22. Guru guru secara berkala disupport untuk visit sistem pendidikan dan training di Jepang.
  23. Bagi murid SMP atau SMA yang berbakat, sangat disupport untuk melanjutkan studi ke sekolah kejuruan atau universitas di Jepang.
  24. Para murid dan orangtua mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana melanjutkan sekolah dan mendapatkan beasiswa ke luar negeri.
  25. Guru yang ramah, berkualitas, dan berpengalaman.
  26. Pemeriksaan kesehatan umum dan gigi.
  27. Konseling pendidikan dan permasalahan anak.
  28. Ruang kelas yang nyaman dan ber-AC.
  29. Tersedia fasilitas perpustakaan, lab komputer, lab sains, lab keterampilan, lab memasak, ruangan musik, ruangan PTA (Parents Association)
  30. Untuk sekolah SMA maksimal belajar hanya 2 tahun, selanjutnya materi persiapan lanjut studi ke universitas (dalam dan luar negeri, sesuai minat anak).
  31. Untuk murid SMP dan SMA wajb mengikuti trial week (mencoba merasakan bekerja) baik di Indonesia maupun di Jepang (setiap murid boleh memilih).
  32. Alumni ACIKITA lebih diprioritaskan bila ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi di ACIKITA dan di Jepang.
  33. Murid-murid ACIKITA ikut berpartisipasi dalam kegiatan Gebyar Kreasi Seni Anak Bangsa), ACIKITA International Seminar, atau ACIKITA International Conference on Science and Technology (AICST); ACIKITA Indonesian Fair, dan beragam kegiatan lainnya.
  34. Murid-murid diatih untuk melakukan kegiatan bisnis di ACIKITA.
  35. Fasilitas rumah ACIKITA (sebagai tempat tinggal murid). Setiap murid akan dilatih untuk mandiri, bisa kerjasama, peduli sesama. Mereka juga dibina untuk melaksanakan praktek ibadah yang lebih dalam. Mereka dibimbing untuk bisa menjadi aktivis dan penggiat kemajuan di lingkungan tempat tinggal mereka. Setiap rumah ACIKITA dikoordinir oleh para guru. Jadi anak-anak tinggal tidak terisolasi dari lingkungan masyarakat. Tentunya tempat tinggal dipastikan aman, bersih dan sehat. Semua rumah berlokasi  di dalam komplek Kota Wisata Cibubur.
  36. Untuk anak yatim dan keluarga dengan ekonomi lemah, kami mempunyai sistem keringanan biaya hingga gratis, keputusannya sesuai kesepakatan dengan orangtua atau wali murid.

Pendaftaran Kelompok Bermain, TK, SD, SMP dan SMA ACIKITA Tahun Ajaran 2018/2019

Syarat Pendaftaran

  1. Didaftarkan oleh orang tua/ wali.
  2. Mengisi formulir pendaftaran, serta melampirkan fotokopi akta kelahiran (1 lembar), fotokopi KTP Ayah dan Ibu atau wali dan Pas Photo calon siswa/siswi 2 x 3 (4 lbr), 3 x 4 ( 4 lbr).
  3. Membayar uang pendaftaran.

KEGIATAN TEST

  1. Mengikuti wawancara dan tes kesehatan (TK dan SD).
  2. Untuk SMP, SMA dan PTU (Preparation to University) mengikuti test tertulis (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, matematika); kemampuan membaca Alqur’an  dan interview.

Biaya Pendidikan 

Transfer Biaya Pendaftaran dan Pendaftaran Ulang 

Biaya disetorkan ke rekening Yayasan Aku Cinta Indonesia Kita Sejahtera, ACIKITA Bank Mandiri Cab Kota Wisata Cibubur No rek : 133-00-1410382-4. Harap menuliskan “Biaya Pendaftaran atau Biaya pendaftaran ulang atas nama anak yang bersangkutan.

Waktu Pendaftaran, Test, Pengumuman Hasil dan Daftar Ulang

Prosedur Pendaftaran SD ACIKITA

  1. Menghubungi kontak ACIKITA via WA +62-878-7079-4744
  2. Pendaftaran online melalui wbsite ACIKITA.
Penerimaan Murid Baru ACIKITA KB, TK, SD, SMP, SMA, Persiapan Masuk Universitas di Jepang
Please input your email.
Please input your email.
Untuk Padang dan Pariaman hanya ada Kelompok Bermain (PAUD), TK, dan Persiapan Masuk Univ Jepang
Tuliskan alasan memilih sekolah ACIKITA, serta harapan yang diinginkan.
Mohon infokan pekerjaan orangtua (Ayah dan Ibu) serta no HP kedua orangtua. Karena pekerjaan mendidik anak harus dilakukan secara bersama, mulai dari sekolah, orangtua dan masyarakat. Kami mengundang peran serta orangtua untuk aktiv membantu kesuksesan pendidikan anak.

Demikian pengumuman ini secara resmi kami terbitkan. Mari kita berjuang bersama dengan menghadirkan pendidikan yang terbaik untuk putera puteri kita.

Wassalam

PANITIA PENERIMAAN MURID BARU SEKOLAH ACIKITA TH 2018/2019

Report ACIKITA Summer Vacation, Kobe, 4 Juli – 10 Agustus, 2017

Alhamdulillah kegiatan ACIKITA Summer Vacation 1 sudah selesai. Anak-anak semuanya sudah selamat pulang ke Indonesia dan kembali bergabung dengan orangtua di Indonesia.

Alhamdulillah kami dari panitia sangat puas, karena semua agenda utama dan penting sudah terlaksana dengan baik.

Decak kagum anak-anak dengan semua materi visit yang dihadirkan tidak dapat mereka sembunyikan.

“Hebat ya Jepang, semua sampah jadi uang tidak ada yang terbuang. Baru tahu saya.” Ungkap salah seorang dari mereka.

Murid yang lain menimpali,

“Iya hebat banget ya, kok bisa seperti itu. Di negara kita sampah masih menjadi masalah.”

Spontanitas mereka bertutur saat usai kuliah di recycle sampah, di daerah Kizu di Kobe. Presentasi diberikan oleh staf dan terjemahan oleh Ketua Internasional ACIKITA yang sekaligus menggaeti visit.

“Ya bergiatlah, makanya kami di ACIKITA ingin membuka wawasan dan kemampuan berpikir semua pelajar ini. Bergiatlah untuk kemajuan Indonesia, jangan diikuti jalur anak muda galau. Jadilah penerang untuk lingkungan dan level kalian masing-masing.”

“Baik Bu, siap Bu, mohon bimbing kami!”

Selama dalam perjalanan, hal apa pun yang dilihat dan ditemui ditransfer informasinya kepada mereka. Edukasi pun terus kami lakukan, misalnya cara berjalan jangan memenuhi badan jalan, naik tangga tidak boleh ribut bunyi sepatu, tidak boleh bersuara keras. Etika menyeberang, naik dan masuk kendaraan umum, etika menggunakan lift, etika duduk dan larangan makan di kendaraan umum, dsbnya.

Alhamdulillah hal yang disampaikan mereka praktekkan, walau memang harus berucap berulangkali. Hal ini kami maklum karena di tempat kita di Indonesia, tidak dipelajari dan diajarkan cara berjalan, dan semua hal yang disebutkan di atas.

Karena berada di Jepang, kami tahu tentang peraturan di negara mereka, tentu kami harus menyampaikan dan mendidik peserta untuk bisa menerapkan aturan di Jepang.

“Maaf ya Ibu harus ulangi berkali-kali untuk mengingatkan. Saat kita berada di luar negeri, kita bukan lagi sebagai personil, tapi kita dinilai Indonesia. Jagalah nama baik Indonesia, jangan memberikan kesan negativ pada mereka!”

Mereka (murid-murid) alhamdulillah tampak paham!

Di gallery recycle sampah juga diperlihatkan:

Satu botol plastik berukuran 1.5 liter, bisa menghasilkan satu helai baju kaus, atau 1 helai kemeja, atau 1 kesset. Sampah bekas minuman, jus, atau susu yang dikemas dalam dus bisa dijadikan bahan pembuatan tissu toilet, makanya di Jepang tissu toilet, boleh dibuang ke toilet dan di flush. Jadi tidak ada sampah tissu yang menumpuk di dalam toilet.

Ketika awalnya disampaikan informasi menggunakan toilet, dimana tissu boleh dibuang ke dalam toilet dan di alirkan, mereka pun menyanggah,

“Kalau di Indonesia, tissu kan tidak boleh dibuang ke dalam toilet, tidak boleh dihanyutkan!”

“Ya itu Indonesia, dan di Jepang boleh, makanya toiletnya bersih!”

“Banyak hal yang mengedukasi di mana pun berada di Jepang, InsyaAllah.”

Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan mereka dan tidak henti-hentinya. Seru dan betapa terbukti ansk-anak kita perlu diisi wawasannya. Agar timbul semangat bangkit dan ingin berjuang mencapai kemajuan di dalam dirinya.

KETIKA VISIT SEKOLAH DAN UNIVERSITAS
Ketika visit sekolah dan universitas. Kami mengajak peserta mengunjungi sekolah swasta, SMP, SMA dan Universitas di bawah satu Yayasan. Semoga kelak ACIKITA bisa seperti ini juga. Aamiin YRA. Mohon dibantu do’anya dan bagi yang punya rezeki, mari gunakan ladang amal ini. InsyaAllah kami sudah menpunyai banyak data tentang sistem pendidikan, yang dikumpulkan sejak tahun 2002.

Sekolah dan Universitas Kobe Gakuin University, didirikan sejak 1902. Bangunan sangat megah dan fasilitas sngat komplit . Ruang pertemuan atau aula SMA berkapasitas 1000 orang. Ada lagi aula berkapasitas 300 orang. Benar-benar takjub pokoknya. Janganksn mereka para peserta yang datang dari Indonesia, kami yang di Jepang saja takjub dengan kondisi nyata sekolah dan Universitas ini.

Universitas dan sekolah yang dikunjungi ini juga membuka peluang bila ada dari peserta yang ingin la jut kuliah atau student exchange di tempat mereka. Karena kami menyampaikan tujuan visit ini untuk kerjasama dan kemajuan bersama Indonesia dan Jepang di masa depan.

Para murid peserta SV makin lebih takjub ketika sekolah ini punya kegiatan summer vacation ke Eropa atau Amerika, dan biaya sekolah jauh lebih murah dari biaya uang sekolah mereka di Indonesia!”

Saya pura-pura bertanya kepada mereka para peserta, “Bagaimana, bagus mana sekolah ini dari pada sekolah di Indonesia?”

Serempak mereka berucap,” Jauuuuuuuuuh banget bedanya Bu, nggak ada apa-apanya dibandingkan dengan sekolah swasta yang hebat pun di Indonesia!”

Ya inilah bukti nyatanya, di Indonesia, pemerintah tidak fokus mengurusi pendidikan untuk seluruh rakyat, akhirnya pihak swasta yang punya uang, menjadi kan sekolah sebagai lahan bisnis. Pendidikan dikomersialkan, akhirnya yang kaya saja yang bisa bersekolah. Di Jepang pemerintah punya power menghadirkan pendidikan untuk memajukan semua rakyatnya dengan kualitas dan fasilitas yang sama. Kalau pun ada sekolah swasta, maka bayaran pun sangat wajar dan ada dalam kontrol pemerintah!

Nabil, seorang peserta kelas 3 SMA berucap, “Saya akan datangi kepala sekolah, biar murid-murid di sekolah saya bisa datang visit ke sini!”

CURHAT SESAMA PESERTA

Suatu ketika, saat di dalam kereta menuju penginapan, para peserta saling bertutur tentang kenyamanan yang mereka alami dan berbagai hal positif yang mereka amati dan rasakan.

Raihan, “Kalau di Indonesia kita naik kereta tas harus dikepit, ini mah nggak, tas dibelakang, dan kita dalam keadaan bagaimana pun nggak ada yang menjahilin kita.”

“Iya mereka di sini semua teratur, masing-masing sudah tahu diri saja, tertib semuanya. Tidak heboh ini dan itu.” Seorang yang lain menimpali.

“Jam datang bus dan kereta juga tidak pernah telat ya. Hebat!”

Mereka bertutur sahut-bersahutan, saat itu kereta kosong, di gerbong yang ada rombongan SV hanya kami saja, tidak ada orang lain.

Saya terkaget ketika salah seorang dari mereka berucap,

“Tidak usah pulang aja yuk kita. Enak d sini.” Ucapan ini membangunkan saya dari tidur sejenak di dalam kereta.

“Apa tadi ngomongnya, ulangi lagi!” Saya berusaha ingin mengambil video tapi keburu omongan sudah selesai diulangi.

Iman yang Murid kelas 3 SMP mengulangi, “Tidak usah pulang aja, enak di sini Bu!”

Materi visit untuk mereka benar-benar kami usahakan maksimal, meskipun dengan kondisi hanya ada tim kecil ACIKITA di Jepang, dan kami tidak bentuk kepanitiaan besar. Di sini jasa harus dihargai, semua orang pada sibuk.

Materi SV bisa dikelompokkan sebagai berikut

1. Visit history hancurnya kobe dengan dahsyat tahun 1995, karena gempa bumi hebat.
2. Visit kecanggihan teknologi Jepang
3. Visit edukasi dan sistem pendidikan d Jepang
4. Visit peradaban, dan kondisi sosial kemasyarakatan bangsa Jepang.
5. Visit Kobe Mosque.
6. Vosit mesjid istiqomah ACIKITA dan kimono experience.
7. Japanese halal food experience.
8. Trigger perjuangan lanjut studi ke Jepang oleh Pembina ACIKITA Bapak Prihardi Kahar.
9. Visit Etika bisnis dan dagang oleh bangsa Jepang. Mereka punya sangat banyak waktu untuk berbelanja, karena dekat penginapan ada supermarket yang buka hingga jam 1 a.m. Mereka juga sangat banyak kesempatan eksplorasi Kobe Harbarland, pusat pertokoan dan perbelanjaan komplit di Kobe, usai agenda visit resmi.
10. Mereka menyaksikan dompet ketinggalan dan dalam 20 menit kembali.
11. Dan ada pengalaman polisi bahkan bos polisi yang boleh dimarahi oleh rakyat karena mereka telat membantu.
12. Dari ACIKITA selama dipenginapan, mereka juga secara perlahan dibina untuk menjadi pribadi yang mandiri, tidak bergantung pada orang lain. Tidak mengharapkan warisan dan kekayaan orangtua. Tapi masing-masing harus bergiat untuk kemajuan diri, keluarga dan masyarakat. Jadilah manusia yang bermanfaat bagi banyak ummat, jangan hanya berpikiran untuk mencapai kesuksesan pribadi. Dan mohon diterusksn hal-hal baik dan edukasi yang sudah didapat selama di Jepang. Mereka hampir semuanya ingin melanjutkan studi ke Jepang. Kalau ingin lanjut studi di Jepang, persyaratan mutlak harus cakap dan mandiri, bisa melakukan hal hal untuk hidup sendiri. Tidak ada bibik dan pembantu di luar negeri. Kalaupun ada jasa mereka sangat mahal. Tidak mampu untuk membayarnya. Jadi pulang dari Jepang ini jangan banyak merepotkan bibi.

Alhamdulillah semua mereka menerima semua program edukasi di ACIKITA. Bagi kami mereka adalah juga murid ACIKITA karena program perjuangan edukasi di ACIKITA ada dua kelompok besar:

1. Edukasi formal (sekolah TK, SD, SMP, SMA)
2. Edukasi non formal, mereka peserta SV adalah murid kami dari program edukasi non formal. Berdasarkan hal itu kami punya tanggungjawab moril mendidik mereka, meskipun hanya singkat selama 7 hari pp. Ini merupakan “kejutan” dan teraphy untuk mereka bangun, bangkit, dan sadar untuk sukses butuh perjuangan dan proses. Tidak ada sukses yang instan. Kalau pun ada, hal itu menyalahi hukum Allah. Dan bukan merupakan sukses yang halal.

Agar anak-anak alumni SV1 bisa istiqomah, perlu support dan kerjasama orangtua. Kita boleh memanjakan anak, tapi dalam batas yang wajar dan mendidik. Kasihan mereka saat nantinya sudah mengemban amanah sebagai istri dan ibu atau jadi suami dan bapak untuk anak-anak mereka. Belum lagi tanggungjawab sosial untuk kemajuan ummat.

Report dan Komentar dari orangtua anak, Pasca Summer Vacation

Ortu Raihan, Bekasi
Alhamdulillah Raihan, Bagas dan Abi sudah sampai dirumah. Terimakasih banyak untuk tim ACIKITA atas semua perhatian, bimbingan dan nasehat -nasehatnya untuk anak anak. Baru satu cerita dari mereka, “Lihat badan Rayhan Mama, baguskan ? Ini karena kami di sana banyak jalan Ma, katanya ” 😀😀😀

Ortu Zidhan (Pekan Baru)

Mksh uni dan tim ACIKITA Zidhan yang semalam mengabari sudah sampai di Jakarta bilang,

“Mama nggak usah jemput, Zidhan naik taksi saja..nanti Zidhan yang menjemput Mama pulang kerja.”

😍😍 Padahal beberapa bulan yang lalu dari gerbang sekolahnya harus ditunggu didepan pintu kedatangan. Sekarang sangat mandiri.!

Barusan bilang lagi,

“Ma toilet nggak boleh basah-basah tadi toilet mama udah Zidhan lap tuh.”

Takjub Uni, semoga apa-apa yang didapat selama summer vacation (sv) benar-benar dapat diaplikasikan dikehidupan sehari-hari. Terimakasih Uni 🙏🏻

Dr Arief orangtua Muhammad Akmal Syafiqi
Insya Allah harus mulai dari diri sendiri dulu Uni Jum, bahwa kami selama ini mendidik anak terlalu dimanjakan, semua di fasilitasi, bermodal pengalaman ke Jepang yang singkat ini harus membawa pengaruh yang besar baik utk Fiqi maupun utk kakak, adik, dan ibu bapaknya. Kami sangat setuju dengan ajaran kemandirian untuk anak #selfreminder

“Terharu sekali mendengar cerita pengalaman Fiqi selama di Jepang.”

Diana Puspita, orangtua Nabil
Pagi ini saya kaget kamar Nabil sudah tdk berantakan😍😍
Ni jum, kata Nabil capek pake banget tapi senangnya juga pake banget😊😃

Kembali report masuk dari orangtua Zidhan,

“Zidhan tadi malam setelah makan malam langsung mencuci piring dan berkemas-kemas sampah. Biasanya piring dicuci juga, tapi harus disuruh dulu, agak dikasih sepatah dua patah kata. Alhamdulillah,

td pagi pun kamarnya bersih, baju digantung, tetap spt biasa, bedanya sejak pulang dari Jepang dilakukan SPONTAN tanpa disuruh atau diingatkan.

Kemarin sore Zidhan menyapu halaman sambil bilang “Gimanalah halaman rumah nih kok daun-daun beserakan.” Gantian mamanya yang diomelin.

Yeni W. Hartati ortu Faris dan Sarah
Assalamu’alaikum.. Jum
Terimakasih anak-anak berkesan banget katanya ikutan summer vacation.
Waktu itu yeni sudah nyiapin ole-ole, batagor ma icih sama bumbu-bumbu untuk dibawa tapi ketinggalan, kelupaan karena keselang mudik lebaraan😬.. Maaf ya, heheh.

Dari peserta sendiri yang sempat  japri, alhamdulillah komunikasi berjalan, yang sempat terkopi,

Albi, “Terima kasih atas bimbingan dan ilmu yang sudah ibu berikan. Itu semua sangat berguna bagi kami”

MATERI VISIT YANG TERLAKSANA

Materi ACIKITA Summer Vacation yang kami targetkan sbb (Tanda bintang, yang tidak terlaksana, karena kondisi fisik anak-anak kita, yang tidak terbiasa berjalan. Sebenarnya materi sudah kami perkirakan untuk langkah kaki anak-anak remaja di Indonesia

1. Visit sistem penanganan bencana gempa dan tsunami. Pengurangan dan antisipasi bahaya pasca gempa, di Nada Kobe.
2. Visit Gakuen Univ, universitas swasta di Portairland, Univ ini juga men punyai SMP dan SMA sekaligus.
3. Visit museum sains dan teknologi.*
4. Visit museum maritim *
5. Visit Kawasaki Good World.* Kawasaki adalah group industri berat yang produksi sepeda motor, mobil, Jalal, shinkansen.
6. Visit tempat pengolahan sampah di Kizu, Kobe Utara.
7. Visit museum Jembatan. Jembatan terpanjang di dunia ada di Awaji, propinsi Hyogo, di sini peserta bisa melihat history Pembuatan jembatan.
8. Visit kobe University*
9. Visit dan experiece cable car di gunung rokko diganti dengan Kobe robway agar peserta yang berkursi roda bisa ikut serta.
10 visit Minatogawa jinja (tempat ibadah orang Jepang)
11. Visit Kobeharland.
12. Visit arena pemukiman di Jepang. Tata letak SD SMP ada dalam satu Kawasan tempat Tinggal penduduk. Serta semua fasilitas untuk masyarakat berkumpul dan beraktivitas bersama.*
13. Visit Shiawase no mura (Desa Bahagia), maksudnya semua kondisi manusia happy hidup di Kawasaki ini. Orang cacat berkeliaran, bekerja dan berkarya seperti manusia sempurna. Dia digaji pemerintah, dia happy bisa hidup dari gajinya. Ini terlaksana dengan bus saat menuju Kizu, pengolahan sampah.
14. Visit Kobe Mosque (Mesjid tertua di Jepang).
15. Visit Himeji temple.
16. Experience monorel
17. Experience menggunakan kimono dan
18. Experience makanan Jepang halal.
19. Visit beragam produk elektronik
20. Visit sistem dagang dan bisnis (kesempatan beli ole-ole, shopping, merasakan keramahan mereka melayani pembeli, bila turis belanja bebas pajak ).
21. Kami usahakan juga melatih kedisiplinan, Kemandirian, kekompakan dalam tim, dan bisa bekerjasama.
22. Sholat berjamaah, tadarus dan pengajian.
23. Materi presentasi “Rahasia Kemajuan bangsa Jepang” dan Peluang Melanjutkan Studi ke Jepang. Serta tanggung jawab bersama memajukan bangsa.
24. Pendidikan etika dan aturan; antri sebelum naik kendaraan, Etika berdiri di eskalator, Etika berjalan, tidak memenuhi badan jalan, agar orang dari arah berlawanan punya space untuk berjalan; Etika tidak berdiri dan menghalangi jalan orang buta, tidak ribut di tempat umum, tidak berbicara keras dan terbahak, karena bisa mengganggu privacy orang lain, Etika berbicara, dan Etika duduk. Bagaimana berbicara dengan orang yang lebih besar, duduk pada saat ada yang lebih tua dari kita.
Jadi bila dianalisis kegiatan yang terlaksana dari yang kami programkan sebesar 79,2%. Angka ini didapat dari program yang berjalan dibagi dengan program yang direncanakan sejak awal.

PENGAMATAN KAMI TERHADAP ANAK

Pada hari 1-4 kami mengamati kecenderungan anak-anak. Agenda visit yang padat, mereka kami bebaskan, tidak menuntut banyak aturan. Hal yang penting, siap berangkat pada jam sesuai buku panduan, dan mengundang mereka untuk menyusun bentou sendiri. Ini juga merupakan latihan dan belajar menyusun bentou.

Anak-anak kita banyak berinteraksi dengan HP, ini harusnya dikurangi dan dibatasi. Kemapuan mereka menyatu satu dengan yang lain sangat baik, mereka ibarat sudah satu keluarga. Namun karena dekat dengan HP peduli lingkungan rendah, mereka asyik dengan HP.

Saat ada hal yang harus dibantu, mereka tidak menawarkan diri umumnya, mereka baru bisa berbuat bila diinstruksikan. Kemampuan kepedulian sosial ini harus banyak kita latih dan gali, misalnya mengikutsertakan anak dalam event bersama, membuat program yang melibatkan semua anak, dan mengajak bersosialisasi di lingkungan.

Di Jepang hal di atas mereka fokuskan saat TK dan SD, dimana anak harus banyak bermain.

Kerjasama dalam tim, juga sangat perlu di tingkatkan. Latihan berberes, baik di rumah dan di sekolah sangat perlu dibiasakan. Idealnya anak perempuan harus bisa menangani tugas sebagai istri dan ibu saat dewasa kelak, dan anak laki-laki harus menjadi tulangpunggung keluarga yang berhati lembut, pengertian dan siap membantu urusan rumahtangga di saat istri ada halangan.

HASIL AKHIR DAN POIN SUMMER VACATION OLEH PESERTA

Semua anak pada hari terakhir, saat kami akan meninggalkan rumah yang disewa, mereka alhamdulillah mampu turun bersama membersihkan rumah. Karena meminjam rumah di Jepang, kondisi rumah harus dalam keadaan bersih. Peserta diminta bekerjasama, kami menuntun pembentukan ketua, baik group laki laki dan perempuan. Kepada ketua kami sampaikan mengapa kita harus bebersih, dan ketua diminta membagi tugas untuk setiap anggota, dan menyampaikan secara perlahan kepada para yuniornya.

Alhamdulillah mereka bisa bekerjasama, walau finishingnya perlu dibantu.

Saat visit Menuju Himeji, kami meminta mereka jujur, untuk memberikan penilaian.

“Mohon jujur menyampaikan berapa nilai dari materi summer vacation yang dihadirkan oleh ACIKITA, andaikan rentang nilai dari 0-100?

“Satu persatu dari mereka menjawab 90 Bu!”

Seorang Mikail, punya usul, “Bu kalau bisa visit Himeji temple ditiadakan Bu, karena tidak ada nilai edukasinya!”

“Ooo begitu, terimakasih usulannya baik akan kami pertimbangkan!”

Padahal sebebarnya mengedukasi, tapi karena pada saat tersebut, group perempuan yunior sudah capek, dan beberapa orang dari yang laki-laki agak susah berjalan (ada yang lecet karena sepatu baru Maka visit Himeji temple hanya sampai batasan area free visit.

PENUTUP

Idealnya fungsi sekolah tidak hanya mengajarkan anak mampu menyelesaikan soal hitungan dan test saja.

“Terlalu dangkal produk dari sistem pendidikan kita.”

“Andaikan kita semua sepakat merubah sistem pendidikan kita, dimana sejak dini dan dasar, fokus dibentuk dan ditanamkan akhlak yang baik kepada anak didik, digali kreativitasnya, mereka banyak bermain, kemudian sains secara bertahap diisi, maka InsyaAllah, Indonesia kita maju!”

“Berjuang bersama memajukan bangsa melalui perjuangan pada sistem pendidikan mari Kita memutus rantai permasalahan bangsa!”

Terimakasih kepada semua murid-murid SV1, tetap semangat dan tetap aktualisasikan kebiasaan baik yang sudah diterima selama mengikuti program ACIKITA Short Studies to Japan (ASSJA)8 Chapter ACIKITA Summer Vacation Program.

Terimakasih kepada semua orang tua murid SV1, semoga silaturrahmi dan perjuangan bersama orangtua makin memperkuat perjuangan anak-anak kita. Kita punya sangat banyak PR, ada banyak anak-anak kita di luar anak-anak yang kita lahirkan ini. Masa depan Indonesia ini mereka yang akan memperjuangkannya, mari kita tinggalkan generasi yang sehat dan kuat fisiknya, baik moral dan mumpuni keahlian dan kecakapannya. Aamiin YRA.

Terimakasih kepada semua pihak yang sudah membantu perjuangan ini. Tim inti ACIKITA Jakarta, Bandung, dan Jepang, Kobe Gakuin University and school, Hyogo int Association (HIA), Kobe-shi Recycle Center, Kobe Earthquake Musium, Staf JICA Kansai, staf Kobe Mosque, dan Kedubes Jepang di Indonesia yang sudah membantu pengurusan Visa semua peserta.

Kami dari panitia dan ACIKITA mohon maaf atas semua hal yang tidak berkenan, atas semua kekurangan. InsyaAllah perjuangan dan perbaikan akan terus kami upayakan.

Album Kegiata summer vacation (SV1), 2017

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Jumiarti Agus
Ketua Internasional ACIKITA
Salah satu Pendiri ACIKITA

Program Bahasa Jepang di Kobe, Jepang

Program Belajar bahasa Jepang di Kobe, Jepang

Untuk pendaftaran bisa mengisi form aplikasi berikut :

ASSJA: Student Exchange Program

Student Exchange Program

 

Ingin mengikuti Student Exchange Program? Mohon isi form aplikasi berikut :

Formulir pendaftaran program ASSJA
Mohon tuliskan alamat lengkap beserta kode post.
Bila masih pelajar, mohon memberikan alamat sekolah lengkap.
Program ASSJA kami peruntukkan untuk mereka yang mempunyai potensi waktu, dan keuangan. Peserta harus membiayai untuk setiap kegiatan yang diikutinya. Program ini bukan program gratis, jadi jangan mengisi form aplikasi ini, bila tidak ingin membayar biaya kegiatan ASSJA. Terimakasih

 

Kegiatan murid di sekolah

 

Perpisahan murid student exchange di Suma Gakuen, Kobe, Jepang

Suasa belajar saat mengikuti student exchange di Suma Gakuen, Kobe, Jepang

ASSJA Tema 4: Visit Sistem Pendidikan di Jepang

Visit Sistem Pendidikan di Jepang (mulai dari TK hingga perguruan tinggi).

 

Ingin mengikuti visit sistem pendidikan di Jepang? Silahkan mengisi form pendaftaran berikut :

Formulir pendaftaran program ASSJA
Mohon tuliskan alamat lengkap beserta kode post.
Bila masih pelajar, mohon memberikan alamat sekolah lengkap.
Program ASSJA kami peruntukkan untuk mereka yang mempunyai potensi waktu, dan keuangan. Peserta harus membiayai untuk setiap kegiatan yang diikutinya. Program ini bukan program gratis, jadi jangan mengisi form aplikasi ini, bila tidak ingin membayar biaya kegiatan ASSJA. Terimakasih

ASSJA Tema 1: Studi Visit Oleh Murid TK, SD (dan Summer Vacation TK& SD)

Studi Visit Murid TK dan SD.

 

Pendaftaran keikutsertaan juga bisa dilakukan via website ini, dengan mengisi form aplikasi berikut. Dan mohon menghubungi +81-80-3333-1327, bila telah mengisi form aplikasi pendaftaran. Terimakasih.

Formulir pendaftaran program ASSJA
Mohon tuliskan alamat lengkap beserta kode post.
Bila masih pelajar, mohon memberikan alamat sekolah lengkap.
Program ASSJA kami peruntukkan untuk mereka yang mempunyai potensi waktu, dan keuangan. Peserta harus membiayai untuk setiap kegiatan yang diikutinya. Program ini bukan program gratis, jadi jangan mengisi form aplikasi ini, bila tidak ingin membayar biaya kegiatan ASSJA. Terimakasih

ASSJA : Training guru di sekolah TK dan SD di Jepang

Training guru di sekolah TK dan di SD di Jepang

 

PENDAFTARAN :

  1. Via email asapacikita@gmail.com
  2. Menghubungi WA ACIKITA +81-3333-1327.
  3. Atau mengisi
    Mohon tuliskan alamat lengkap beserta kode post.
    Bila masih pelajar, mohon memberikan alamat sekolah lengkap.
    Program ASSJA kami peruntukkan untuk mereka yang mempunyai potensi waktu, dan keuangan. Peserta harus membiayai untuk setiap kegiatan yang diikutinya. Program ini bukan program gratis, jadi jangan mengisi form aplikasi ini, bila tidak ingin membayar biaya kegiatan ASSJA. Terimakasih

Mohon bantuan untuk meneruskan info ini, agar mereka yang membutuhkan dapat memanfaatkan kesempatan emas ini. Kami mengucapkan terimakasih atas bantuan dan kerjasamanya. InsyaAllah Allah akan membalas setiap kebaikan yang kita lakukan. Aamiin YRA

 

PENGURUS ACIKITA

ASSJA: Visit Sistem Kesehatan di Jepang

Bisa diikuti oleh para medis dan penggiat di bidang kesehatan ummat.
ASSJA. Thema Visit Sistem Kesehatan di Jepang

 

Pendaftaran keikutsertaan juga bisa dilakukan via website ini, dengan mengisi form aplikasi berikut. Dan mohon menghubungi +81-80-3333-1327, bila telah mengisi form aplikasi pendaftaran. Terimakasih.

Formulir pendaftaran program ASSJA
Mohon tuliskan alamat lengkap beserta kode post.
Bila masih pelajar, mohon memberikan alamat sekolah lengkap.
Program ASSJA kami peruntukkan untuk mereka yang mempunyai potensi waktu, dan keuangan. Peserta harus membiayai untuk setiap kegiatan yang diikutinya. Program ini bukan program gratis, jadi jangan mengisi form aplikasi ini, bila tidak ingin membayar biaya kegiatan ASSJA. Terimakasih

 

PENGURUS ACIKITA

STAFF ASSJA

Penanggung Jawab Kegiatan

Dr Eng, Jumiarti Agus, S.Si, M.Si

Ketua Internasional ACIKITA