Mari Mengajak Murid Menemukan Poin Baik dari Lingkungan

Oleh: Jumiarti Agus

Salah satu hal yang dominan dalam sistem pendidikan di Jepang, mengajak anak untuk menemukan “good point” poin yang baik dari lingkungan (bisa teman, orangtua, dan orang-orang yang sudah bergiat dalam setiap kesempatan).

Intinya, para guru menggali potensi anak untuk mengatakan terimakasih, atas pertemanan, kebersamaan, perhatian dan support yang diberikan oleh siapa saja, sejak dini.

Berikut contoh good point yang diekspresikan oleh anak-anak di kelas 3 SD kepada orangtuanya. Kegiatan ini biasanya dilakukan sebelum pelajaran dimulai, mengisi waktu di pagi hari, menunggu pelajaran dimulai.

Sebagian besar anak mengatakan, “Okasan, oishi gohan wo tsukute kurete arigatou gozaimashita!”

Ibu terimakasih sudah membuatkan makanan yang enak!”

Menemukan poin positif dari orangtua, teman, dan siapa saja yang sudah bergiat melakukan dan mempersiapkan acara yang diikuti, adalah hal yang sangat dominan digali pada setiap murid murid sejak dini. Hal ini tentu bisa mendidik setiap anak untuk berterimakasih, menjadi manusia yang suka bersyukur.

Mengingat kebaikan orang lain, dalam masa tidak berbatas sangat dominan kita temui dalam peradaban mereka para Japanese. Misalnya saat seseorang menerima bantuan, dan bantuan itu telah berselang waktu, maka ketika bertemu orang yang membantunya, maka ia akan berucap,

“Terimakasih atas bantuan Anda minggu lalu!”

Kalau mereka bertemu satu tahun berikutnya, maka tak akan pernah lupa berucap, “Terimakasih atas bantuan Anda tahun lalu!”

Dan hingga kapan pun perjumpaan terulang, umumnya mereka tetap ingat bantuan yang sudah diterimanya. Ternyata semua itu tidak tercipta begitu saja, tapi ada dalam sistem pendidikan mereka, mengajak anak sejak dini menemukan poin positif pada diri orang lain.

Setiap anak menuliskan poin baik yang ditemukan pada orangtuanya, adek dan kakak, serta teman temannya.

Islam jauh lebih sempurna, dan lebih dahulu mengajarkan kita untuk berterimakasih dan bersyukur atas semua bantuan dan kesempatan baik yang kita terima. Sayangnya dalam sistem pendidikan kita, penyampaian ajaran baik itu dengan metode ceramah. Kita harus mau menginovasi sistem pendidikan kita, mengajak anak mengadopsi dan mengaplikasikan nilai nilai yang baik dengan metode yang bersifat aksi dan latihan berkesinambungan. Sehingga akhirnya anak menjadi terbiasa untuk melakukannya.

Semoga hal ini juga bisa kita terapkan dalam sistem pendidikan di negeri kita. Selalu bersyukur atas bantuan, pertolongan, dan kebaikan orang lain. Berusaha menemukan sisi positif dari orang lain. Semuanya akan menciptakan suasana yang menyenangkan dan harmonis insyaAllah.

Mari kita tiru hal positif yang mereka ajarkan pada generasi mereka, agar generasi kita selalu berekspresi sebagai manusia Indonesia yang mempunyai ekspresi dan sikap diri yang baik.

Wasalamu’alaikum Wr. Wb

Jumiarti Agus
Kobe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *