Ingin Melanjutkan Studi S2 dan S3 ke Universitas di Jepang ?


Tahapan yang paling susah untuk melanjutkan studi ke Jepang adalah, mendapatkan professor pembimbing yang bersedia membimbing Anda sebagai calon studentnya. Tidak jarang seseorang baru mendapatkan professor setelah bertahun-tahun. Kami di ACIKITA telah membuka kesempatan seluas-luasnya agar para mahasiswa dan pemburu studi lanjut ke Jepang bisa dengan mudah mendapatkan calon professor pembimbing. Sayangnya kesempatan itu tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. 

History Perjuangan ACIKITA Mensupport Anak Bangsa lanjut Studi Ke Luar Negeri

1. Tahun 2008 kami menerbitkan buku Rahasia Melanjutkan Studi dan Mendapatkan Beasiswa ke Jepang. InsyaAllah saat ini kami tengah menerbitkan buku ke 2 tentang bersekolah ke Jepang, dengan informasi sesuai kondisi saat ini.

Rahasia Melanjutkan Studi dan Mendapatkan Beasiswa ke Jepang, ACIKITA Publishing, 2008. Jumiarti Agus, dkk.

2. Sejak tahun 2009 hingga sekarang, kami aktiv melaksanakan Seminar Lanjut Studi ke Luar Negeri, seminar diadakan setiap tahun pada bulan Juli-Agustus, di berbagai unversitas di berbagai kota. Terkadang seminar sekaligus workshop, sehingga peserta merasakan mengisi form aplikasi lanjut studi ke luar negeri. Pemateri Seminar adalah mereka yang pernah belajar di berbagai belahan dunia, tidak hanya di Jepang saja.

Seminar Melanjutkan Studi ke luar negeri, setiap tahun sejak 2009-2019 di banyak kota.

3. Sejak tahun 2011 kami mengadakan ACIKITA International Conference on Science and Technology (AICST), menghadirkan banyak professor dari luar negeri terutama dari Jepang, diharapkan mahasiswa dari Indonesia yang ingin lanjut studi ke luar negeri bisa berinteraksi dengan professor, membantu mereka untuk bisa mendapatkan kontak dengan professor, untuk kepentingan lanjut studi.

4. Sejak tahun 2013 kami mengadakan ACIKITA Education Fair, acara dilaksanakan berbarengan dengan AICST, para professor membuka stand sehingga para mahasiswa yang ingin lanjut studi dapat bertanya lebih detil tentang segala sesuatu yang ingin mereka ketahui. Dan bagi mereka yang siap dengan berkasnya, kami memberikan kesempatan, mereka dapat menyerahkan CV dan file lanjut studi pada saat AEF.

5. Tahun 2016, kami mensupport para mahasiswa miskin dari berbagai daerah di Indonesia (ada sebanyak 24 mahasiswa) untuk apply beasiswa monbukagakusho khusus untuk di Tokyo Institute of Technology (TIT). Persyaratan yang kami tetapkan hanya “mempunyai nilai toefl dan moral yang baik”. Di Tokyo Institute of Technology ada banyak kesempatan untuk apply beasiswa Monbukagakushou, dan kesempatan ini yang akan diambil. Untuk itu kami mengajak para mahasiswa bidik misi mengikuti open campus, visit lab, berjumpa dengan professor, agar mereka lebih mengerti bidang riset yang dilakukan, agar mereka bisa terhubung dengan professor yang sesuai dengan minat mereka, dan agar mereka lebih bergiat untuk bisa sukses mendapatkan kursi master di TIT. Namun tidak ada satupun yang menjalankan proses hingga akhir seperti yang kami pandu di ACIKITA, mereka usai visit lab professor, tidak bergiat menyiapkan persyaratan, terutama toefl, padahal 80% dari mereka sudah mendapatkan prof pembimbing di TIT, sisanya kami bantu di Kobe univ dan Osaka univ. Dalam perjanjian biaya yang mereka gunakan adalah dipinjamkan, dan nanti setelah mendapat beasiswa bisa diganti. Tapi mereka tidak bergiat sepulang dari Jepang untuk memenuhi nilai toeflnya. Keistiqomahan dalam berjuang tidak ada, padahal program ini adalah jalan tol karena ACIKITA langsung terhubung dengan Prof Hara, PIC of International Collaboration, TIT. Hingga saat kini, tidak satu pun yang mengganti biaya, yang nyata-nyata ada perjanjian hitam di atas putih.

Foto-foto kegiatan mahasiswa Bidik Misi selama di Jepang

Mahasiswa Bidikmisi sedang mengikuti presentasi tentang kesempatan studi di Tokyo Institute of Technology yang diberikan oleh Prof. Masahiko Hara. Visit Lab Prof Naota Osaka University, beberapa orang juga kami rekomendasikan untuk lanjut studi ke Osaka Univ. Prof Naota sudah 3 kali datang ke acara ACIKITA Internationa Conference on Science and Technology (AICST), beliau sangat tergugah dengan prjuangan ACIKITA, sehingga setiap kali ke Indonesia tiket pesawat dan hotel dia yang membayar dengan dana labnya, padahal beliau diundang sebagai keynote speaker.  


Culture Exchange, peserta mempelajari etika minum teh, shodou (tulisan kanji), origami, main angklung,dan menggunakan kimono Jepang. Kegiatan diberikan oleh group KIS (Kobe Indonesian Society).

Kegiatan mensupport anak bangsa untuk lanjut studi terus kami lakukan, namun banyak terjadi kekecewaan baik pada kami maupun pada professor kolega kami, karena kemampuan berkomunikasi yang kurang polite yang  menyebabkan para prof menjadi tidak nyaman. Banyak surat surat dari mahasiswa Indonesia yang dikoreksi dan ditandai dengan tinta merah oleh professor kolega kami di Jepang. 

Bahkan hubungan kami rusak di satu almamater kami di Tokyo institute of Technology, dan memburuknya hubungan kami tersebut, belum pulih hingga kini. Semuanya disebabkan karena ulah mahasiswa Indonesia, yang tidak mempunyai etika yang baik dalam berkomunikasi via email.

Bahkan ada yang sudah diterima oleh Prof, sudah dikirimkan LoA pada saat akan ujian tidak merespon email, dan telepon. Hal ini sangat mempermalukan kami. 

Jadi mulai tahun ini kami di ACIKITA membuat kebijakan baru, bagi sapa saja yang meminta mencarikan calon professor pembimbing kepada kami di Jepang. Semuanya kami lakukan untuk menghindarkan hal hal yang tidak diinginkan. Dan agar kami tahu akan keseriusan Anda untuk lanjut studi ke Jepang. 

Mereka yang ingin dibantu untuk lanjut studi (S2 dan S3), maka harus mengambil Sekolah PTU untuk lanjut S2 dan S3. Pendaftaran bisa dilakukan di sini (kopi link berikut). https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSelvYBxl1dnW9gZn6xQ4pTEBRaEoWLO5riPGi66CQVhyo6pXw/viewform

Bila datang sendiri ke Jepang, dan meminta Prof yg dituju untuk menjadi calon pembimbing, maka biaya yang dibutuhkan jauh lebih besar; ongkos pp Jkt Osaka 80,000 yen. Ongkos pp bandara hotel 5000, hotel 14 hari 70,000, transportasi lokal, 30,000 makan 21,000, dan ditambah dengan energi dan waktu yang terpakai. Dan belum tentu juga professor yang dituju mau menerima Anda, karena berbeda culture dan teknik berkomunikasi yang mungkin tidak tepat menurut mereka, ketika Anda datang menghubungi professor tersebut.


File yang dibutuhkan sbb :
1. CV
2. Surat rekomendasi dari dari 2 orang professor.
3. Transkrip nilai
4. Research proposal, motivation letter. 5. Toefl minimal 500 

Demikian mekanisme yang kami buatkan untuk mensupport lanjut studi untuk master atau doktoral program di Jepang. InsyaAllah  kami dapat membantu Anda untuk menemukan professor yang cocok sebagai calon pembimbing Anda, sesuai dengan bidang kajian yang diminati. 

Ganbarimashou! Yuk bergiat

Wassalam

Devisi ACIKITA Study Abroad Program (ASAP)

Penanggung jawab Jumiarti Agus

Ketua Internasional ACIKITA

20 Juni 2020



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *