Surat Terbuka ACIKITA Untuk Bapak Prabowo, “Virus dari KPU dan MK Sudah Mewabah ke Daerah, Pemegang Kuasa Ingin Memenangkan yang Kalah”

“Dari Jepang, Kami Support Ibu Fitri Nora, Amd. (Partai Gerindra, Alumni Sekolah Informal ACIKITA Short Studies to Japan, ASSJA) sebagai ketua DPR Pariaman 2019-2024, ia peraih suara terbanyak di Pariaman, Sumbar, namun upaya penggalanya menduduki jabatan tersebut berlangsung hebat, dimana Ketua DPC Partai Gerindra ingin melantik kader Gerindra yang lain.”

***

Assalamu’alaikum Wr. Wb,

Bapak Prabowo yang terhormat, semoga Bapak selalu dalam keadaan sehat. Saya Jumiarti Agus, Ketua Internasional ACIKITA, saat ini berdomisili di Kobe, Jepang, sebuah negara yang mempunyai sistem pendidikan terbaik di dunia, ini berdasarkan data dan pengalaman yang saya amati sejak 2001 hingga kini. Mungkin sumber lain mengatakan Finlandia yang terbaik di dunia, tapi menurut saya bukan, karena di Jepang, setiap anak mereka hantarkan menjadi pemimpin masa depan bangsanya.

Bapak Prabowo, ini adalah surat saya yang kedua kalinya. Tulisan pertama adalah Surat Terbuka untuk Bapak Jokowi dan Bapak Prabowo. Saya menulis surat terbuka saat memang harus mengutarakan kebenaran.

Pertemuan dan percakapan langsung di dunia nyata juga sudah pernah dua kali, pertama di Hambalang, dan saya menyampaikan langsung pada Bapak,

“Kami di ACIKITA ingin mengundang Bapak ke Jepang, agar bisa memberikan kuliah umum, dan sekaligus melihat langsung rahasia kemajuan bangsa Jepang yang berakar dari sistem pendidikan mereka.”

“Baik, saya siap, dan akan datang, untuk hal ini saya hubungkan dengan staf saya!” Ucap Bapak saat itu, berlanjut dengan menghubungkan saya ke staf Bapak.

“Tolong dibantu untuk kuliah umum di Jepang!” ucap Bapak pada staf tersebut.

Namun mungkin Allah belum mengizinkan, staf Bapak yang ditugaskan untuk saya bisa berkomunikasi, tidak merespon WA saya setelah saya balik ke Jepang. Saya berprasangka baik, mungkin nomor saya lupa tersimpan, atau lupa diinput nama, sehingga pesan dari saya tidak dikenal.

Pertemuan kedua, saat Bapak balik dari kampanye di Semarang yang ditolak untuk sholat Jumat di sebuah masjid, yang saya tak persis ingat namanya. Kami dari ACIKITA, bersama Pak Furkon, staf Bapak, dan kami memberikan buku perjuangan kami, “Berjuang Bersama Membangun Bangsa!” Semoga Bapak sudah membacanya.

Kami di ACIKITA (Aku Cinta Indonesia Kita Sejahtera) mempunyai visi yang beririsan dengan perjuangan partai Gerindra, namun kami bukan organisasi politik. Kami para pendiri adalah anak-anak bangsa yang bersekolah dan berkarya di Jepang, mendirikan ACIKITA pada tahun 2006, untuk perjuangan memajukan Indonesia melalui perbaikan sistem pendidikan.

“Berjuang Bersama Membangun Bangsa dan melalui perjuangan pada bidang pendidikan mari kita memutus rantai permasalahan bangsa!” Ini motto kami di ACIKITA.

“Pendidikan adalah akar kemajuan suatu bangsa. Jepang sudah membuktikannya. Dengan banyaknya masalah yang terjadi di tanah air, pemilu yang curang, pemimpin yang menzolimi rakyat, tidak bekerja untuk kesejahteraan ummat, korupsi, kolusi dan nepotisme, pengumuman pemenang pilpres oleh Ketua KPU, dan berlanjut oleh MK memenangkan yang kalah, dan beragam kejadian di tengah masyarakat, banyaknya berita hoax, pejabat publik yang tidak memberikan teladan untuk ummat, banyaknya pengangguran, harga-harga yang meningkat, dan lain sebagainya adalah bukti nyata kegagalan sistem pendidikan kita.

Belum lagi berbicara tentang kualitas pendidikan dan hasil didikan anak-anak kita saat ini, yang sungguh memperihatinkan. Kami tahu karena kami punya banyak murid dari berbagai daerah Indonesia, mereka mengikuti ACIKITA Summer School atau Winter School Program, pedidikan informal untuk melengkapi kekurangan dalam kurikulum nasional kita, agar generasi muda sadar akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan. Banyak dari mereka yang berucap,

“Enak di Jepang, saya tidak mau pulang.”

“Saya bosan di Indonesia!”

“Pengalaman bisa merasakan hidup dan bereksplorasi di Jepang, menimba ilmu dan belajar banyak hal, mengetahui life style orang Jepang, serta sistem pendidikan di Jepang, adalah suatu pengalaman yang sangat berharga!”

“Saya ingin kuliah di Jepang saja, negaranya aman, nyaman, makanannya sehat!”

Begitulah ungkapan jujur anak-anak kita yang pernah kami didik dalam waktu yang singkat di Jepang. Mestinya menjadi PR bagi kita semua, menyiapkan lingkungan yang kondusif, nyaman bagi anak-anak Indonesia.

“Nanti kalau jadi pejabat, tirulah seperti manusia Jepang, mereka bertanggung jawab memajukan negaranya, membuat nyaman dan mensejahterakan masyarakatnya. Tidak ada pejabat negaranya yang membuat isu dan menimbulkan polemik yang berkepanjangan seperti di negara kita. Jadi kalian ganbatte-lah, suatu saat kalian akan menjadi pejabat di Indonesia!” ini nasehat yang selalu kami sampaikan. Dan tentu masih banyak lagi wejangan kami.

Jadi buat apa para pelaku politik, dan pemegang peran pejabat publik di Indonesia sangat suka berbuat curang? Mahkamah Allah tidak bisa disogok, akan ditanyai setiap kepemimpinan yang dipegang. Berlaku jujurlah, rakyat sudah sangat capek dan lelah, untuk hidup mereka juga harus berjuang, jangan ditambah beban penderitaan rakyat.

Kepada saudara sebangsa, saya meminta untuk kita menyuarakan kebenaran, di nasional terjadi pengumuman oleh KPU memenangkan yang kalah, dan juga MK memenangkan yang kalah, kini virusnya sudah menyebar hingga ke daerah,

“Ketua DPC Partai Gerindra di Pariaman akan melantik kadernya yang bukan pemegang suara terbanyak!” Ini kabar yang saya terima dari Pariaman kemarin pagi.

“Mestinya pemegang jabatan sah adalah Ibu Fitri Nora, bukan yang lain!”

Melihat kondisi di tanah air, terdegradasinya moral para pejabat publik sudah sangat nyata dan menjadi suguhan untuk rakyat. Kami rakyat sudah lelah melihatnya, untuk itu mestinya para ketua umum partai, sudah seharusnya mengedukasi dan menempa perbaikan moral para kader partainya, agar mengekspresikan sikap jujur, dan punya akhlak yang baik.

“Tanpa kejujuran semuanya akan berantakan. Mengalihkan jabatan pada orang lain, adalah bentuk korupsi terhadap suara rakyat. Ini tentu tidak fair.”

Sebagai info buat kita semua, pemilu di Jepang tidak menghabiskan waktu yang sangat panjang dan juga tidak menghabiskan biaya yang sangat besar seperti kita di Indonesia. Mereka jujur melakukan semua proses, pemilu berlangsung tertib, rakyat hanya datang antrian, dan petugas semuanya jujur.

“Tidakkah malu kita dengan mereka, melihat amburadulnya pemilu 2019 di negeri kita?”

Hal kejujuran adalah materi edukasi dan perintah dari Allah. Melawan ajaran Allah, artinya berani dan siap dengan azab Allah, sungguh hal yang sangat arogan. Karena kita makhluk Allah ibarat debu-debu yang berterbangan bagi sang Pencipta. Karena matahari saja yang sangat besar adalah paling kecil dari anggota tata surya di ruang angkasa. Bumi sangat jauh lebih kecil dari matahari, dan kita manusia adalah penduduk di bumi Allah yang sangat luas ini. Jadi kenapa tidak patuh-patuh dengan ajaran Allah. Mudah bagi Allah mendatangkan hukuman bagi hambaNya yang ibarat debu-debu berterbangan, dan itulah kita manusia.

Apa Urgensi ACIKITA dalam hal ini?

1. Sebagai pejuang pendidikan saya ingin menegakkan nilai kebaikan yang hak ciptanya adalah milik Sang Pencipta, jadi kepada siapapun akan tetap disampaikan hal yang baik, dan kebenaran harus ditegakkan, kebathilan harus diperangi, agar hidup di dunia damai dan nyaman. “Bertolong-tolongalah dalam hal kebaikan dan bertaqwa dan janganlah bertolongan untuk hal keburukan dan perbuatan dosa!” (QS Al-Maidah ayat 2).
2. Sebagai putera daerah Pariaman, saya sangat peduli dan ingin terus berkontribusi untuk kemajuan daerah saya, bila terjadi penyalahgunaan kekuasaan, maka hal ini akan merugikan rakyat Pariaman.
3. Saya tahu persis kualitas seorang Fitri Nora, dia pantas diamanahi jabatan oleh masyarakat Pariaman, karena merupakan salah satu perempuan yang tangkas, sigap, cerdas dan suka menolong sesama. Jelas dan clear bobot, bibit dan bebetnya. Ayah dan ibunya adalah juga pejabat publik di eranya untuk masyarakat Pariaman, jadi dia mewarisi genetika pemimpin dari ayah ibu dan juga leluhurnya. “Mohon pejabat yang berwenang, melantik orang orang yang memang berhak untuk dilantik, dan bukan melantik orang yang kalah dalam pemilu, karena murka Allah yang akan datang!”
4. Sebagai Ketua ACIKITA Internasional, saya harus mensyukuri dengan terpilihnya Ibu Fitri Nora sebagai Ketua DPR Pariaman, karena beliau adalah salah satu alumni sekolah informal ACIKITA Short Studies to Japan (ASSJA), tema “Rahasia Kemajuan Bangsa Jepang berakar dari sistem pendidikan mereka!” Jadi Ibu Fitri Nora pernah mendapatkan materi yang cukup detil, tentang sistem pendidikan di TK, SD, yang fokus untuk pembentukan moral anak didik, dan menggali potensi diri anak secara maksimal. Beliau adalah satu satunya anggota DPR yang pernah ikut kegiatan pendidikan informal di ASSJA. Tentunya semua materi tentang akan bisa beliau aplikasikan untuk memajukan Pariaman. Aamiin YRA.
5. Walaupun seorang Fitri Nora adalah perempuan, bukan berarti dia bisa dicekal jabatan yang semestinya adalah hak dia, dengan alasan laki-laki adalah pemimpin, buktinya betapa banyak kaum Bapak yang korupsi di negeri kita? Korupsi adalah musuh kemajuan, kalau sudah korupsi nasib rakyat jelas terabaikan. Jadi tidak benar harus laki-laki yang dipaksakan menjabat sebagai ketua DPR, ini namanya tidak menghargai potensi diri kaum ibu. Justru untuk kondisi saat ini, semua permasalahan yang ada di Indonesia harus diputus, dan guntingnya itu adalah sistem pendidikan yang baik, dan pendidik yang diamanahkan Allah adalah wanita, di rahimnya dititipkan anak laki-laki atau anak perempuan, artinya wanita bisa mengerti psikologi laki-laki dan perempuan. Proses wanita sebagai pendidik generasi oleh Allah sudah dilatih sejak ia hamil, melahirkan, menyusui, dan membesarkan anak dan seterusnya. Saya ingin tegaskan sangat tepat dalam kondisi saat ini, perempuan yang memang berpotensi memimpin ummat, diberi kesempatan untuk menjalankan amanah yang sudah dipercayakan rakyat ke pundaknya.
6. Fitri Nora tidak punya banyak uang? Ini alasan yang sungguh lucu, seseorang digagalkan dari jabatan yang berhak diembannya, dialasankan karena kurang banyak uangnya dari laki laki yang akan menggantikan posisinya. “Zaman kini uang bukanlah segalanya, hal yang utama adalah potensi diri, ketulusan hati untuk mengabdi pada ummat karena pejabat adalah pelayan ummat. Selanjutnya adalah link pertemanan dan kolega yang dipunyai. InsyaAllah bila menjabat, kami dari Jepang siap mensupport kerjasama Jepang dengan Pariaman, dan usulan kerjasama dari pejabat publik dari suatu negara sangat disambut baik oleh pemerintah Jepang, apalagi dengan Indonesia, dan kami dari ACIKITA akan membantu. “Bagi orang Jepang, tanda tangan pejabat publik, akan berlaku dan mereka sangat hargai.” Oleh karena itu uang bukan ukuran untuk tidak bisa dilantik menjadi Ketua DPR.

Saya yakin dan percaya Bapak Prabowo bisa mengambil keputusan terbaik. Semoga penyelesaiannya terjadi secara baik-baik. “Apalagi Bapak pernah merasakan sebagai pihak yang dikalahkan, tentu tidak rela membiarkan rekayasa yang tengah terjadi.” Semoga dengan adanya surat ini, Ketua DPC Gerindra Pariaman, tetap akan melantik Ibu Fitri Nora sebagai Ketua DPR Pariaman periode 2019-2024. Aamiin YRA.

Semoga menjadi edukasi untuk kita semua bangsa Indonesia, mohon maaf bila ada hal yang tidak berkenan, karena hasil karya manusia tidaklah sempurna. Untuk pihak yang tidak setuju dengan tulisan saya, tetaplah bertutur dengan sopan dan santun, mari kita berlatih mempraktekkan materi moral, agar kita rukun, damai dan harmonis, serta tidak cepat berprasangka buruk, sehingga konsentrasi berkarya akan maksimal. Hal yang disampaikan dalam tulisan ini semuanya adalah kebaikan.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Kobe 13, Agustus 2014
Dr. Eng, Jumiarti Agus, S.Si, M.Si
Ketua Internasional ACIKITA
Pejuang perubahan sistem pendidikan untuk kemajuan Indonesia

Referensi :
1.Sistem pendidikan dini dan dasar di Jepang https://pt.slideshare.net/jumiartiagus/sistem-pendidikan-dini-dan-dasar-di-jepang
2.Aktivitas Parent Teachers Association (PTA) atau Komite Sekolah di Jepang https://pt.slideshare.net/jumiartiagus/aktivitas-parent-teachers-association
3.Mari Bergiat Membangun Bangsa, History Perjuangan ACIKITA https://pt.slideshare.net/jumiartiagus/acikita-2019-new
4.ACIKITA Short studies to Japan and Abroad 2020 (Kegiatan sekolah informal ACKITA di Jepang, Fitri Nora ada di halaman 17,18.19, dan 20. halaman 20 yang berbaju pink dan berfoto dengan anak TK.
https://pt.slideshare.net/jumiartiagus/acikita-short-studies-to-japan-and-abroad-2020
6. Mars ACIKITA https://www.youtube.com/watch?v=OBnonzibiSQ
7. Rahasia kemajuan bangsa Jepang adalah pada sistem pendidikan mereka https://www.youtube.com/watch?v=XK5S-o7xd2Q

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *