Report ACIKITA Summer Vacation, Kobe, 4 Juli – 10 Agustus, 2017

Alhamdulillah kegiatan ACIKITA Summer Vacation 1 sudah selesai. Anak-anak semuanya sudah selamat pulang ke Indonesia dan kembali bergabung dengan orangtua di Indonesia.

Alhamdulillah kami dari panitia sangat puas, karena semua agenda utama dan penting sudah terlaksana dengan baik.

Decak kagum anak-anak dengan semua materi visit yang dihadirkan tidak dapat mereka sembunyikan.

“Hebat ya Jepang, semua sampah jadi uang tidak ada yang terbuang. Baru tahu saya.” Ungkap salah seorang dari mereka.

Murid yang lain menimpali,

“Iya hebat banget ya, kok bisa seperti itu. Di negara kita sampah masih menjadi masalah.”

Spontanitas mereka bertutur saat usai kuliah di recycle sampah, di daerah Kizu di Kobe. Presentasi diberikan oleh staf dan terjemahan oleh Ketua Internasional ACIKITA yang sekaligus menggaeti visit.

“Ya bergiatlah, makanya kami di ACIKITA ingin membuka wawasan dan kemampuan berpikir semua pelajar ini. Bergiatlah untuk kemajuan Indonesia, jangan diikuti jalur anak muda galau. Jadilah penerang untuk lingkungan dan level kalian masing-masing.”

“Baik Bu, siap Bu, mohon bimbing kami!”

Selama dalam perjalanan, hal apa pun yang dilihat dan ditemui ditransfer informasinya kepada mereka. Edukasi pun terus kami lakukan, misalnya cara berjalan jangan memenuhi badan jalan, naik tangga tidak boleh ribut bunyi sepatu, tidak boleh bersuara keras. Etika menyeberang, naik dan masuk kendaraan umum, etika menggunakan lift, etika duduk dan larangan makan di kendaraan umum, dsbnya.

Alhamdulillah hal yang disampaikan mereka praktekkan, walau memang harus berucap berulangkali. Hal ini kami maklum karena di tempat kita di Indonesia, tidak dipelajari dan diajarkan cara berjalan, dan semua hal yang disebutkan di atas.

Karena berada di Jepang, kami tahu tentang peraturan di negara mereka, tentu kami harus menyampaikan dan mendidik peserta untuk bisa menerapkan aturan di Jepang.

“Maaf ya Ibu harus ulangi berkali-kali untuk mengingatkan. Saat kita berada di luar negeri, kita bukan lagi sebagai personil, tapi kita dinilai Indonesia. Jagalah nama baik Indonesia, jangan memberikan kesan negativ pada mereka!”

Mereka (murid-murid) alhamdulillah tampak paham!

Di gallery recycle sampah juga diperlihatkan:

Satu botol plastik berukuran 1.5 liter, bisa menghasilkan satu helai baju kaus, atau 1 helai kemeja, atau 1 kesset. Sampah bekas minuman, jus, atau susu yang dikemas dalam dus bisa dijadikan bahan pembuatan tissu toilet, makanya di Jepang tissu toilet, boleh dibuang ke toilet dan di flush. Jadi tidak ada sampah tissu yang menumpuk di dalam toilet.

Ketika awalnya disampaikan informasi menggunakan toilet, dimana tissu boleh dibuang ke dalam toilet dan di alirkan, mereka pun menyanggah,

“Kalau di Indonesia, tissu kan tidak boleh dibuang ke dalam toilet, tidak boleh dihanyutkan!”

“Ya itu Indonesia, dan di Jepang boleh, makanya toiletnya bersih!”

“Banyak hal yang mengedukasi di mana pun berada di Jepang, InsyaAllah.”

Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan mereka dan tidak henti-hentinya. Seru dan betapa terbukti ansk-anak kita perlu diisi wawasannya. Agar timbul semangat bangkit dan ingin berjuang mencapai kemajuan di dalam dirinya.

KETIKA VISIT SEKOLAH DAN UNIVERSITAS
Ketika visit sekolah dan universitas. Kami mengajak peserta mengunjungi sekolah swasta, SMP, SMA dan Universitas di bawah satu Yayasan. Semoga kelak ACIKITA bisa seperti ini juga. Aamiin YRA. Mohon dibantu do’anya dan bagi yang punya rezeki, mari gunakan ladang amal ini. InsyaAllah kami sudah menpunyai banyak data tentang sistem pendidikan, yang dikumpulkan sejak tahun 2002.

Sekolah dan Universitas Kobe Gakuin University, didirikan sejak 1902. Bangunan sangat megah dan fasilitas sngat komplit . Ruang pertemuan atau aula SMA berkapasitas 1000 orang. Ada lagi aula berkapasitas 300 orang. Benar-benar takjub pokoknya. Janganksn mereka para peserta yang datang dari Indonesia, kami yang di Jepang saja takjub dengan kondisi nyata sekolah dan Universitas ini.

Universitas dan sekolah yang dikunjungi ini juga membuka peluang bila ada dari peserta yang ingin la jut kuliah atau student exchange di tempat mereka. Karena kami menyampaikan tujuan visit ini untuk kerjasama dan kemajuan bersama Indonesia dan Jepang di masa depan.

Para murid peserta SV makin lebih takjub ketika sekolah ini punya kegiatan summer vacation ke Eropa atau Amerika, dan biaya sekolah jauh lebih murah dari biaya uang sekolah mereka di Indonesia!”

Saya pura-pura bertanya kepada mereka para peserta, “Bagaimana, bagus mana sekolah ini dari pada sekolah di Indonesia?”

Serempak mereka berucap,” Jauuuuuuuuuh banget bedanya Bu, nggak ada apa-apanya dibandingkan dengan sekolah swasta yang hebat pun di Indonesia!”

Ya inilah bukti nyatanya, di Indonesia, pemerintah tidak fokus mengurusi pendidikan untuk seluruh rakyat, akhirnya pihak swasta yang punya uang, menjadi kan sekolah sebagai lahan bisnis. Pendidikan dikomersialkan, akhirnya yang kaya saja yang bisa bersekolah. Di Jepang pemerintah punya power menghadirkan pendidikan untuk memajukan semua rakyatnya dengan kualitas dan fasilitas yang sama. Kalau pun ada sekolah swasta, maka bayaran pun sangat wajar dan ada dalam kontrol pemerintah!

Nabil, seorang peserta kelas 3 SMA berucap, “Saya akan datangi kepala sekolah, biar murid-murid di sekolah saya bisa datang visit ke sini!”

CURHAT SESAMA PESERTA

Suatu ketika, saat di dalam kereta menuju penginapan, para peserta saling bertutur tentang kenyamanan yang mereka alami dan berbagai hal positif yang mereka amati dan rasakan.

Raihan, “Kalau di Indonesia kita naik kereta tas harus dikepit, ini mah nggak, tas dibelakang, dan kita dalam keadaan bagaimana pun nggak ada yang menjahilin kita.”

“Iya mereka di sini semua teratur, masing-masing sudah tahu diri saja, tertib semuanya. Tidak heboh ini dan itu.” Seorang yang lain menimpali.

“Jam datang bus dan kereta juga tidak pernah telat ya. Hebat!”

Mereka bertutur sahut-bersahutan, saat itu kereta kosong, di gerbong yang ada rombongan SV hanya kami saja, tidak ada orang lain.

Saya terkaget ketika salah seorang dari mereka berucap,

“Tidak usah pulang aja yuk kita. Enak d sini.” Ucapan ini membangunkan saya dari tidur sejenak di dalam kereta.

“Apa tadi ngomongnya, ulangi lagi!” Saya berusaha ingin mengambil video tapi keburu omongan sudah selesai diulangi.

Iman yang Murid kelas 3 SMP mengulangi, “Tidak usah pulang aja, enak di sini Bu!”

Materi visit untuk mereka benar-benar kami usahakan maksimal, meskipun dengan kondisi hanya ada tim kecil ACIKITA di Jepang, dan kami tidak bentuk kepanitiaan besar. Di sini jasa harus dihargai, semua orang pada sibuk.

Materi SV bisa dikelompokkan sebagai berikut

1. Visit history hancurnya kobe dengan dahsyat tahun 1995, karena gempa bumi hebat.
2. Visit kecanggihan teknologi Jepang
3. Visit edukasi dan sistem pendidikan d Jepang
4. Visit peradaban, dan kondisi sosial kemasyarakatan bangsa Jepang.
5. Visit Kobe Mosque.
6. Vosit mesjid istiqomah ACIKITA dan kimono experience.
7. Japanese halal food experience.
8. Trigger perjuangan lanjut studi ke Jepang oleh Pembina ACIKITA Bapak Prihardi Kahar.
9. Visit Etika bisnis dan dagang oleh bangsa Jepang. Mereka punya sangat banyak waktu untuk berbelanja, karena dekat penginapan ada supermarket yang buka hingga jam 1 a.m. Mereka juga sangat banyak kesempatan eksplorasi Kobe Harbarland, pusat pertokoan dan perbelanjaan komplit di Kobe, usai agenda visit resmi.
10. Mereka menyaksikan dompet ketinggalan dan dalam 20 menit kembali.
11. Dan ada pengalaman polisi bahkan bos polisi yang boleh dimarahi oleh rakyat karena mereka telat membantu.
12. Dari ACIKITA selama dipenginapan, mereka juga secara perlahan dibina untuk menjadi pribadi yang mandiri, tidak bergantung pada orang lain. Tidak mengharapkan warisan dan kekayaan orangtua. Tapi masing-masing harus bergiat untuk kemajuan diri, keluarga dan masyarakat. Jadilah manusia yang bermanfaat bagi banyak ummat, jangan hanya berpikiran untuk mencapai kesuksesan pribadi. Dan mohon diterusksn hal-hal baik dan edukasi yang sudah didapat selama di Jepang. Mereka hampir semuanya ingin melanjutkan studi ke Jepang. Kalau ingin lanjut studi di Jepang, persyaratan mutlak harus cakap dan mandiri, bisa melakukan hal hal untuk hidup sendiri. Tidak ada bibik dan pembantu di luar negeri. Kalaupun ada jasa mereka sangat mahal. Tidak mampu untuk membayarnya. Jadi pulang dari Jepang ini jangan banyak merepotkan bibi.

Alhamdulillah semua mereka menerima semua program edukasi di ACIKITA. Bagi kami mereka adalah juga murid ACIKITA karena program perjuangan edukasi di ACIKITA ada dua kelompok besar:

1. Edukasi formal (sekolah TK, SD, SMP, SMA)
2. Edukasi non formal, mereka peserta SV adalah murid kami dari program edukasi non formal. Berdasarkan hal itu kami punya tanggungjawab moril mendidik mereka, meskipun hanya singkat selama 7 hari pp. Ini merupakan “kejutan” dan teraphy untuk mereka bangun, bangkit, dan sadar untuk sukses butuh perjuangan dan proses. Tidak ada sukses yang instan. Kalau pun ada, hal itu menyalahi hukum Allah. Dan bukan merupakan sukses yang halal.

Agar anak-anak alumni SV1 bisa istiqomah, perlu support dan kerjasama orangtua. Kita boleh memanjakan anak, tapi dalam batas yang wajar dan mendidik. Kasihan mereka saat nantinya sudah mengemban amanah sebagai istri dan ibu atau jadi suami dan bapak untuk anak-anak mereka. Belum lagi tanggungjawab sosial untuk kemajuan ummat.

Report dan Komentar dari orangtua anak, Pasca Summer Vacation

Ortu Raihan, Bekasi
Alhamdulillah Raihan, Bagas dan Abi sudah sampai dirumah. Terimakasih banyak untuk tim ACIKITA atas semua perhatian, bimbingan dan nasehat -nasehatnya untuk anak anak. Baru satu cerita dari mereka, “Lihat badan Rayhan Mama, baguskan ? Ini karena kami di sana banyak jalan Ma, katanya ” πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

Ortu Zidhan (Pekan Baru)

Mksh uni dan tim ACIKITA Zidhan yang semalam mengabari sudah sampai di Jakarta bilang,

“Mama nggak usah jemput, Zidhan naik taksi saja..nanti Zidhan yang menjemput Mama pulang kerja.”

😍😍 Padahal beberapa bulan yang lalu dari gerbang sekolahnya harus ditunggu didepan pintu kedatangan. Sekarang sangat mandiri.!

Barusan bilang lagi,

“Ma toilet nggak boleh basah-basah tadi toilet mama udah Zidhan lap tuh.”

Takjub Uni, semoga apa-apa yang didapat selama summer vacation (sv) benar-benar dapat diaplikasikan dikehidupan sehari-hari. Terimakasih Uni πŸ™πŸ»

Dr Arief orangtua Muhammad Akmal Syafiqi
Insya Allah harus mulai dari diri sendiri dulu Uni Jum, bahwa kami selama ini mendidik anak terlalu dimanjakan, semua di fasilitasi, bermodal pengalaman ke Jepang yang singkat ini harus membawa pengaruh yang besar baik utk Fiqi maupun utk kakak, adik, dan ibu bapaknya. Kami sangat setuju dengan ajaran kemandirian untuk anak #selfreminder

“Terharu sekali mendengar cerita pengalaman Fiqi selama di Jepang.”

Diana Puspita, orangtua Nabil
Pagi ini saya kaget kamar Nabil sudah tdk berantakan😍😍
Ni jum, kata Nabil capek pake banget tapi senangnya juga pake bangetπŸ˜ŠπŸ˜ƒ

Kembali report masuk dari orangtua Zidhan,

“Zidhan tadi malam setelah makan malam langsung mencuci piring dan berkemas-kemas sampah. Biasanya piring dicuci juga, tapi harus disuruh dulu, agak dikasih sepatah dua patah kata. Alhamdulillah,

td pagi pun kamarnya bersih, baju digantung, tetap spt biasa, bedanya sejak pulang dari Jepang dilakukan SPONTAN tanpa disuruh atau diingatkan.

Kemarin sore Zidhan menyapu halaman sambil bilang “Gimanalah halaman rumah nih kok daun-daun beserakan.” Gantian mamanya yang diomelin.

Yeni W. Hartati ortu Faris dan Sarah
Assalamu’alaikum.. Jum
Terimakasih anak-anak berkesan banget katanya ikutan summer vacation.
Waktu itu yeni sudah nyiapin ole-ole, batagor ma icih sama bumbu-bumbu untuk dibawa tapi ketinggalan, kelupaan karena keselang mudik lebaraan😬.. Maaf ya, heheh.

Dari peserta sendiri yang sempatΒ  japri, alhamdulillah komunikasi berjalan, yang sempat terkopi,

Albi, “Terima kasih atas bimbingan dan ilmu yang sudah ibu berikan. Itu semua sangat berguna bagi kami”

MATERI VISIT YANG TERLAKSANA

Materi ACIKITA Summer Vacation yang kami targetkan sbb (Tanda bintang, yang tidak terlaksana, karena kondisi fisik anak-anak kita, yang tidak terbiasa berjalan. Sebenarnya materi sudah kami perkirakan untuk langkah kaki anak-anak remaja di Indonesia

1. Visit sistem penanganan bencana gempa dan tsunami. Pengurangan dan antisipasi bahaya pasca gempa, di Nada Kobe.
2. Visit Gakuen Univ, universitas swasta di Portairland, Univ ini juga men punyai SMP dan SMA sekaligus.
3. Visit museum sains dan teknologi.*
4. Visit museum maritim *
5. Visit Kawasaki Good World.* Kawasaki adalah group industri berat yang produksi sepeda motor, mobil, Jalal, shinkansen.
6. Visit tempat pengolahan sampah di Kizu, Kobe Utara.
7. Visit museum Jembatan. Jembatan terpanjang di dunia ada di Awaji, propinsi Hyogo, di sini peserta bisa melihat history Pembuatan jembatan.
8. Visit kobe University*
9. Visit dan experiece cable car di gunung rokko diganti dengan Kobe robway agar peserta yang berkursi roda bisa ikut serta.
10 visit Minatogawa jinja (tempat ibadah orang Jepang)
11. Visit Kobeharland.
12. Visit arena pemukiman di Jepang. Tata letak SD SMP ada dalam satu Kawasan tempat Tinggal penduduk. Serta semua fasilitas untuk masyarakat berkumpul dan beraktivitas bersama.*
13. Visit Shiawase no mura (Desa Bahagia), maksudnya semua kondisi manusia happy hidup di Kawasaki ini. Orang cacat berkeliaran, bekerja dan berkarya seperti manusia sempurna. Dia digaji pemerintah, dia happy bisa hidup dari gajinya. Ini terlaksana dengan bus saat menuju Kizu, pengolahan sampah.
14. Visit Kobe Mosque (Mesjid tertua di Jepang).
15. Visit Himeji temple.
16. Experience monorel
17. Experience menggunakan kimono dan
18. Experience makanan Jepang halal.
19. Visit beragam produk elektronik
20. Visit sistem dagang dan bisnis (kesempatan beli ole-ole, shopping, merasakan keramahan mereka melayani pembeli, bila turis belanja bebas pajak ).
21. Kami usahakan juga melatih kedisiplinan, Kemandirian, kekompakan dalam tim, dan bisa bekerjasama.
22. Sholat berjamaah, tadarus dan pengajian.
23. Materi presentasi “Rahasia Kemajuan bangsa Jepang” dan Peluang Melanjutkan Studi ke Jepang. Serta tanggung jawab bersama memajukan bangsa.
24. Pendidikan etika dan aturan; antri sebelum naik kendaraan, Etika berdiri di eskalator, Etika berjalan, tidak memenuhi badan jalan, agar orang dari arah berlawanan punya space untuk berjalan; Etika tidak berdiri dan menghalangi jalan orang buta, tidak ribut di tempat umum, tidak berbicara keras dan terbahak, karena bisa mengganggu privacy orang lain, Etika berbicara, dan Etika duduk. Bagaimana berbicara dengan orang yang lebih besar, duduk pada saat ada yang lebih tua dari kita.
Jadi bila dianalisis kegiatan yang terlaksana dari yang kami programkan sebesar 79,2%. Angka ini didapat dari program yang berjalan dibagi dengan program yang direncanakan sejak awal.

PENGAMATAN KAMI TERHADAP ANAK

Pada hari 1-4 kami mengamati kecenderungan anak-anak. Agenda visit yang padat, mereka kami bebaskan, tidak menuntut banyak aturan. Hal yang penting, siap berangkat pada jam sesuai buku panduan, dan mengundang mereka untuk menyusun bentou sendiri. Ini juga merupakan latihan dan belajar menyusun bentou.

Anak-anak kita banyak berinteraksi dengan HP, ini harusnya dikurangi dan dibatasi. Kemapuan mereka menyatu satu dengan yang lain sangat baik, mereka ibarat sudah satu keluarga. Namun karena dekat dengan HP peduli lingkungan rendah, mereka asyik dengan HP.

Saat ada hal yang harus dibantu, mereka tidak menawarkan diri umumnya, mereka baru bisa berbuat bila diinstruksikan. Kemampuan kepedulian sosial ini harus banyak kita latih dan gali, misalnya mengikutsertakan anak dalam event bersama, membuat program yang melibatkan semua anak, dan mengajak bersosialisasi di lingkungan.

Di Jepang hal di atas mereka fokuskan saat TK dan SD, dimana anak harus banyak bermain.

Kerjasama dalam tim, juga sangat perlu di tingkatkan. Latihan berberes, baik di rumah dan di sekolah sangat perlu dibiasakan. Idealnya anak perempuan harus bisa menangani tugas sebagai istri dan ibu saat dewasa kelak, dan anak laki-laki harus menjadi tulangpunggung keluarga yang berhati lembut, pengertian dan siap membantu urusan rumahtangga di saat istri ada halangan.

HASIL AKHIR DAN POIN SUMMER VACATION OLEH PESERTA

Semua anak pada hari terakhir, saat kami akan meninggalkan rumah yang disewa, mereka alhamdulillah mampu turun bersama membersihkan rumah. Karena meminjam rumah di Jepang, kondisi rumah harus dalam keadaan bersih. Peserta diminta bekerjasama, kami menuntun pembentukan ketua, baik group laki laki dan perempuan. Kepada ketua kami sampaikan mengapa kita harus bebersih, dan ketua diminta membagi tugas untuk setiap anggota, dan menyampaikan secara perlahan kepada para yuniornya.

Alhamdulillah mereka bisa bekerjasama, walau finishingnya perlu dibantu.

Saat visit Menuju Himeji, kami meminta mereka jujur, untuk memberikan penilaian.

“Mohon jujur menyampaikan berapa nilai dari materi summer vacation yang dihadirkan oleh ACIKITA, andaikan rentang nilai dari 0-100?

“Satu persatu dari mereka menjawab 90 Bu!”

Seorang Mikail, punya usul, “Bu kalau bisa visit Himeji temple ditiadakan Bu, karena tidak ada nilai edukasinya!”

“Ooo begitu, terimakasih usulannya baik akan kami pertimbangkan!”

Padahal sebebarnya mengedukasi, tapi karena pada saat tersebut, group perempuan yunior sudah capek, dan beberapa orang dari yang laki-laki agak susah berjalan (ada yang lecet karena sepatu baru Maka visit Himeji temple hanya sampai batasan area free visit.

PENUTUP

Idealnya fungsi sekolah tidak hanya mengajarkan anak mampu menyelesaikan soal hitungan dan test saja.

“Terlalu dangkal produk dari sistem pendidikan kita.”

“Andaikan kita semua sepakat merubah sistem pendidikan kita, dimana sejak dini dan dasar, fokus dibentuk dan ditanamkan akhlak yang baik kepada anak didik, digali kreativitasnya, mereka banyak bermain, kemudian sains secara bertahap diisi, maka InsyaAllah, Indonesia kita maju!”

“Berjuang bersama memajukan bangsa melalui perjuangan pada sistem pendidikan mari Kita memutus rantai permasalahan bangsa!”

Terimakasih kepada semua murid-murid SV1, tetap semangat dan tetap aktualisasikan kebiasaan baik yang sudah diterima selama mengikuti program ACIKITA Short Studies to Japan (ASSJA)8 Chapter ACIKITA Summer Vacation Program.

Terimakasih kepada semua orang tua murid SV1, semoga silaturrahmi dan perjuangan bersama orangtua makin memperkuat perjuangan anak-anak kita. Kita punya sangat banyak PR, ada banyak anak-anak kita di luar anak-anak yang kita lahirkan ini. Masa depan Indonesia ini mereka yang akan memperjuangkannya, mari kita tinggalkan generasi yang sehat dan kuat fisiknya, baik moral dan mumpuni keahlian dan kecakapannya. Aamiin YRA.

Terimakasih kepada semua pihak yang sudah membantu perjuangan ini. Tim inti ACIKITA Jakarta, Bandung, dan Jepang, Kobe Gakuin University and school, Hyogo int Association (HIA), Kobe-shi Recycle Center, Kobe Earthquake Musium, Staf JICA Kansai, staf Kobe Mosque, dan Kedubes Jepang di Indonesia yang sudah membantu pengurusan Visa semua peserta.

Kami dari panitia dan ACIKITA mohon maaf atas semua hal yang tidak berkenan, atas semua kekurangan. InsyaAllah perjuangan dan perbaikan akan terus kami upayakan.

Album Kegiata summer vacation (SV1), 2017

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Jumiarti Agus
Ketua Internasional ACIKITA
Salah satu Pendiri ACIKITA

Program Bahasa Jepang di Kobe, Jepang

Program Belajar bahasa Jepang di Kobe, Jepang

Untuk pendaftaran bisa mengisi form aplikasi berikut :

ASSJA: Student Exchange Program

Student Exchange Program

 

Ingin mengikuti Student Exchange Program? Mohon isi form aplikasi berikut :

Formulir pendaftaran program ASSJA
Mohon tuliskan alamat lengkap beserta kode post.
Bila masih pelajar, mohon memberikan alamat sekolah lengkap.
Program ASSJA kami peruntukkan untuk mereka yang mempunyai potensi waktu, dan keuangan. Peserta harus membiayai untuk setiap kegiatan yang diikutinya. Program ini bukan program gratis, jadi jangan mengisi form aplikasi ini, bila tidak ingin membayar biaya kegiatan ASSJA. Terimakasih

 

Kegiatan murid di sekolah

 

Perpisahan murid student exchange di Suma Gakuen, Kobe, Jepang

Suasa belajar saat mengikuti student exchange di Suma Gakuen, Kobe, Jepang

ASSJA Tema 4: Visit Sistem Pendidikan di Jepang

Visit Sistem Pendidikan di Jepang (mulai dari TK hingga perguruan tinggi).

 

Ingin mengikuti visit sistem pendidikan di Jepang? Silahkan mengisi form pendaftaran berikut :

Formulir pendaftaran program ASSJA
Mohon tuliskan alamat lengkap beserta kode post.
Bila masih pelajar, mohon memberikan alamat sekolah lengkap.
Program ASSJA kami peruntukkan untuk mereka yang mempunyai potensi waktu, dan keuangan. Peserta harus membiayai untuk setiap kegiatan yang diikutinya. Program ini bukan program gratis, jadi jangan mengisi form aplikasi ini, bila tidak ingin membayar biaya kegiatan ASSJA. Terimakasih

ASSJA Tema 1: Studi Visit Oleh Murid TK, SD (dan Summer Vacation TK& SD)

Studi Visit Murid TK dan SD.

 

Pendaftaran keikutsertaan juga bisa dilakukan via website ini, dengan mengisi form aplikasi berikut. Dan mohon menghubungi +81-80-3333-1327, bila telah mengisi form aplikasi pendaftaran. Terimakasih.

Formulir pendaftaran program ASSJA
Mohon tuliskan alamat lengkap beserta kode post.
Bila masih pelajar, mohon memberikan alamat sekolah lengkap.
Program ASSJA kami peruntukkan untuk mereka yang mempunyai potensi waktu, dan keuangan. Peserta harus membiayai untuk setiap kegiatan yang diikutinya. Program ini bukan program gratis, jadi jangan mengisi form aplikasi ini, bila tidak ingin membayar biaya kegiatan ASSJA. Terimakasih

ASSJA : Training guru di sekolah TK dan SD di Jepang

Training guru di sekolah TK dan di SD di Jepang

 

PENDAFTARAN :

  1. Via email asapacikita@gmail.com
  2. Menghubungi WA ACIKITA +81-3333-1327.
  3. Atau mengisi
    Mohon tuliskan alamat lengkap beserta kode post.
    Bila masih pelajar, mohon memberikan alamat sekolah lengkap.
    Program ASSJA kami peruntukkan untuk mereka yang mempunyai potensi waktu, dan keuangan. Peserta harus membiayai untuk setiap kegiatan yang diikutinya. Program ini bukan program gratis, jadi jangan mengisi form aplikasi ini, bila tidak ingin membayar biaya kegiatan ASSJA. Terimakasih

Mohon bantuan untuk meneruskan info ini, agar mereka yang membutuhkan dapat memanfaatkan kesempatan emas ini. Kami mengucapkan terimakasih atas bantuan dan kerjasamanya. InsyaAllah Allah akan membalas setiap kebaikan yang kita lakukan. Aamiin YRA

 

PENGURUS ACIKITA

ASSJA: Visit Sistem Kesehatan di Jepang

Bisa diikuti oleh para medis dan penggiat di bidang kesehatan ummat.
ASSJA. Thema Visit Sistem Kesehatan di Jepang

 

Pendaftaran keikutsertaan juga bisa dilakukan via website ini, dengan mengisi form aplikasi berikut. Dan mohon menghubungi +81-80-3333-1327, bila telah mengisi form aplikasi pendaftaran. Terimakasih.

Formulir pendaftaran program ASSJA
Mohon tuliskan alamat lengkap beserta kode post.
Bila masih pelajar, mohon memberikan alamat sekolah lengkap.
Program ASSJA kami peruntukkan untuk mereka yang mempunyai potensi waktu, dan keuangan. Peserta harus membiayai untuk setiap kegiatan yang diikutinya. Program ini bukan program gratis, jadi jangan mengisi form aplikasi ini, bila tidak ingin membayar biaya kegiatan ASSJA. Terimakasih

 

PENGURUS ACIKITA

STAFF ASSJA

Penanggung Jawab Kegiatan

Dr Eng, Jumiarti Agus, S.Si, M.Si

Ketua Internasional ACIKITA