History Terbitnya Buku Perdana ACIKITA, “Menggali Potensi Anak Sejak Usia Dini.”

History Terbitnya Buku Menggali Potensi Anak
Sejak Usia Dini

Tahun 2007, terbit buku Menggali Potensi Anak Sejak Usia Dini (How to Explore Your Child‘s Ability-HEYCA), di bawah penerbitan ACI (Aku Cinta Indonesia) Publishing, yang sejak September 2009 berubah nama menjadi ACIKITA Publishing. Buku ini berawal dari perjuangan sang ibu dalam menggali potensi anaknya sejak dini. Hari-hari bersama anak selalu dimanfaatkan dengan baik, kejadian unik selalu dicatat dan catatan itu dipindahkan ke komputer setelah sang ibu punya waktu yang cukup. Dan perlu diketahui buku ini terbit jauh sebelum istilah PAUD (pendidikan anak usia dini) booming di Indonesia.

Sang ibu memang terbiasa menuliskan pengamatan, perkembangan, dan metode yang diterapkannya untuk Najmi, anak pertamanya. Hampir setiap hari ada postingan tulisan sang ibu tentang Najmi di multiplynya. Dan pada waktu itu banyak teman-teman di dunia maya sang ibu yang selalu rajin memberikan komentar di multiply, baik bertanya lebih lanjut atau sharing tentang pengalaman anak mereka masing-masing.

Sang ibu yang berlatang belakang sebagai seorang peneliti dengan background S1 kimia murni, S2 Biokimia dan saat itu ia sedang menjalani program S3 di Tokyo Institute of Teknologi, untuk studi ultra high molecular weight of PHA (biopolymer: polimer yang dibuat di dalam tubuh mikroba dengan teknik rekayasa genetika yang mempunyai berat bolekul sangat tinggi), maka melakukan riset, menganalisis dan membuat laporan adalah hal kesehariannya.

Tulisan dan pengamatan harian di “lab-nya”, di rumah saat bersama Najmi, tentu tak dibiarkannya waktu berlalu, begitu saja. Akhirnya semua oretan itu dikumpulkan, disusun sesuai bab yang saling berhubungan, dan ide judul pun mengalir sesuai niat awal sang ibu ketika mempunyai anak, “dimana anak harus mempunya potensi diri sejak dini”.

Menggali Potensi Anak Sejak Usia Dini, judul yang cukup bijak dan meng-cover seluruh wacana. Alhamdulillah, proses merampungkan naskahnya berjalan lancar.

Proses penerbitan buku dimulai dari nol oleh penulisnya. Mulai dari mempelajari bagaimana mengurus ISBN, menghubungi para editor di tanah air untuk menguji coba layak, atau tidak layak buku tersebut diterbitkan.

Dua orang editor yang cukup senior dalam mengedit naskah “Benny Ramdhany dan Rina Fitriana, mengaku,

“Saya sungguh betah mengedit buku ini. Membaca sharing demi sharing banyak pelajaran berharga yang saya dapatkan, yang belum pernah saya temui pada buku-buku lain yang sejenis yang biasa saya edit.”

Berlanjut ke proses terciptanya buku ini, urusan ISBN buku diurus secara internasional, semua persyaratan di fax-kan dari Tokyo ke perpustakaan nasional (pusnas) Indonesia. Menelepon, dan mengirimkan fax harus berulangkali, dilakukan penulisnya.

“Mohon Bantuan ya Pak, saya ingin mengirimkan fax dari Tokyo, untuk mengirimkan persyaratan ISBN buku saya.”

Meskipun sudah ditelepon, tapi tetap saja kertas fax belum diisi oleh staf di pusnas. Pokoknya benar-benar serius perjuangan sang ibu, untuk mendapatkan no ISBN sebuah buku. Tapi ia mengaku puas, banyak ilmu dan pengalaman baru baginya.

Selanjutnya naskah dan cover buku sudah jadi. Semua ilustrasi dan gambar yang ada di buku adalah karya Najmi. Cover buku adalah hasil karya sang ibu, menggunakan gambar karya Najmi di komputer saat ia berusia 4 tahun 8 bulan. Percetakan yang baik dan bisa menerima file juga segera dihunting dan dipelajari oleh sang ibu. Biaya cetak buku berusaha dipelajari.

Rata-rata biaya cetak buku-buku yang dijual di toko buku adalah 5-6 kali biaya produksi sebuah buku, ini sudah rahasia umum. Jadi bila buku dijual dengan harga 50 ribu rupiah, maka biaya produksi buku tersebut paling mahal sebesar 10.000 ini untuk oplah 3000 eksemplar.

File buku dikirimkan langsung dari Jepang ke percetakan, tanpa perantara di Indonesia, karena memang saat itu, kami yang aktiv di ACIKITA, hanya baru 3 orang pendiri saja.

Sungguh pengalaman berharga bagi penulisnya mengetahui dunia penerbitan dan percetakan buku, untuk perjuangannya di ACIKITA.

Dengan terbitnya buku pertama ACIKITA ini, maka resmilah ACIKITA menampakkan aktivitas nyatanya sebagai organisasi baru kepada publik. Buku yang lahir dari perjuangan, dan penelitian seorang ibu dalam menggali potensi anaknya sejak dini.

Sambutan teman-teman dan kolega saat itu sangat bagus, mereka banyak yang antusias ingin membeli buku ini, karena dinilai mempunyai originality yang tinggi.

Bila ACIKITA lahir karena desakan Najmi yang setiap hari, pagi, siang dan malam, meminta nasib anak-anak jalanan yang ia lihat saat di Bandung bersama ibunya, maka persembahan nyata kepada publik tentang perjuangan ACIKITA dimulai dengan terbitnya buku perdana ACIKITA yang merupakan perjuangan sang ibu dalam menggali potensi Najmi sejak kecil. Sungguh bukan buku yang sembarangan karena buku ini padat karya originality ibu dan anak, dan uniknya mulai dari pengumpulan naskah hingga pencetakan buku ini diurus secara manual, sehingga sungguh banyak pengalaman berharga dalam perjuangan penerbitan buku ini. Alhamdulillah.

Saat ini buku tidak tersedia lagi di toko buku, dan bagi yang ingin membaca buku ini, bisa didownload di sini :
https://www.academia.edu/32614706/Menggali_Potensi_Anak_Sejak_Usia_Dini_How_to_Explore_Your_Childs_Ability_

Wassalam
Kobe 29 Maret 2014
Jumiarti Agus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *